Mengapa Perempuan yang Punya Anak Terlihat Lebih Cepat Tua, Ini Alasannya

Mengapa Perempuan yang Punya Anak Terlihat Lebih Cepat Tua, Ini Alasannya

05 Dec 2019

Dokterdigital.com - Pernahkah memperhatikan bahwa wanita yang memiliki anak terlihat lebih tua dibandingkan dengan wanita lajang yang umurnya lebih tua? Kehamilan bisa menjadi salah satu pengalaman paling menantang bagi wanita. Saat hamil, perempuan mengalami perubahan dalam tubuh yang tak jarang mempengaruhi emosional. Ibu hamil juga membutuhkan nutrisi tambahan untuk memastikan ibu dan janin tetap sehat dan berkembang baik.

Peneliti terus mengeksplorasi efek kehamilan pada wanita. Temuan terkini menunjukkan hal mengejutkan: Kehamilan bisa mempercepat proses penuaan.

Sebuah penelitian, yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, menunjukkan bahwa telomer - ujung akhir kromosom yang merespons usia - menjadi empat bulan hingga empat tahun lebih tua pada wanita di setiap kehamilan. Telomer secara alami memendek pada semua manusia seiring bertambahnya usia. Namun, merokok, indeks massa tubuh yang tinggi dan stres - yang meningkat selama kehamilan - dapat mempercepat proses pemendekan ujung akhir ini.

Perubahan telomer telah dikaitkan dengan kematian sel dan peningkatan risiko kondisi kesehatan seperti kanker, penyakit kardiovaskular dan diabetes.

Dalam studi teranyar, para peneliti mengumpulkan lebih dari 800 wanita berusia awal 20-an di Filipina. Selanjutnya tim menganalisis kehamilan dan usia epigenetik responden melalui tes DNA. Hasil menunjukkan bahwa semakin banyak kehamilan yang dialami seorang wanita, maka usia biologisnya semakin tua.

Namun, para peneliti terkejut ketika para wanita yang mengalami penuaan lebih cepat setelah setiap kehamilan tampak secara epigenetik "lebih muda" saat bayi mereka berada di dalam rahim. "Mengapa seorang wanita terlihat lebih muda secara epigenetik selama kehamilan dan secara epigenetik lebih tua setelah kehamilan berulang?" kata Calen Ryan, antropolog biologi di Universitas Northwestern. “Mungkinkah darah ibu terkontaminasi dengan darah bayi, atau sel-sel darah bayi, dan jika demikian apakah ini artefak dari itu? Ini adalah hal-hal yang perlu kita pahami. ”

Dan Eisenberg, salah satu peneliti dan antropolog biologi di University of Washington, melanjutkan penelitian untuk lebih memahami efek kehamilan pada proses penuaan. Dia bekerja dengan kelompok wanita yang sama dan berencana untuk menganalisis panjang telomer mereka sebelum dan setelah kehamilan.

Sementara itu, tim lain mengeluarkan penelitian yang mendukung temuan awal tim Eisenberg. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction, menganalisis panjang telomer di hampir 2.000 wanita Amerika, berusia 20 hingga 44 tahun. Para peneliti menemukan bahwa telomer menjadi 4,2 persen lebih pendek pada wanita yang memiliki kelahiran hidup dibandingkan dengan wanita tanpa anak. Pengurangan ini menyebabkan penuaan seluler 11 tahun lebih cepat.

Efek kehamilan berpotensi menyebabkan telomer yang lebih pendek dan penuaan yang lebih cepat karena stres. Sebuah studi pada 2016 menemukan bahwa wanita pribumi dengan anak-anak di Guatemala memiliki telomer yang lebih panjang meskipun melahirkan. Tetapi tidak seperti populasi lain yang diteliti, perempuan Guatemala menerima lebih banyak dukungan sosial, yang berpotensi mengurangi tingkat stres mereka selama kehamilan. Ini kemudian mencegah penuaan yang dipercepat.

“Dalam masyarakat Maya asli di Guatemala, anak-anak dipandang sebagai rahmat, sebagai berkah,” kata Pablo Nepomnaschy, ahli epidemiologi di Universitas Simon Fraser."Perempuan diharapkan - sampai saat ini - memiliki banyak anak dan pada kenyataannya, mungkin ada banyak stres yang terkait dengan tidak memiliki anak dalam masyarakat itu."

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check