Peneliti Temukan Cara Baru Membuang Batu Ginjal

Peneliti Temukan Cara Baru Membuang Batu Ginjal

05 Dec 2019

Dokterdigital.com - Batu ginjal adalah mimpi buruk yang sering dialami jutaan orang di seluruh dunia. Setiap tahun, lebih dari 500.000 orang di Amerika saja dibawa ke rumah sakit karena masalah batu ginjal yang menyakitkan.

Juga disebut urolitiasis, penyakit batu ginjal terjadi ketika batu ginjal padat berkembang di saluran kemih. Batu ginjal terdiri dari kristal keras yang menumpuk di ginjal ketika ada terlalu banyak limbah padat dalam urin dan tidak cukup cairan untuk mencucinya. Jika batu itu besar, atau berdiameter lebih dari 5 milimeter (0,2 inci), batu itu bisa menyumbat ureter, menyebabkan rasa sakit yang parah di punggung bagian bawah atau perut. Ureter adalah tabung yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih.

Nah, sebuah prosedur yang disebut perkutaneus nephrolithotomy yang melibatkan pembedahan dapat dilakukan untuk menghilangkan batu ginjal besar menggunakan teleskop kecil dan instrumen yang dimasukkan melalui sayatan kecil di punggung pasien. Kebanyakan batu ginjal kecil tidak membutuhkan perawatan invasif. Seseorang mungkin bisa membuang batu kecil dengan banyak minum air dan dengan menggunakan penghilang rasa sakit atau alpha blocker.

Rencana perawatan yang biasa adalah menunggu batu ginjal ini keluar dengan sendirinya, yang rata-rata memakan waktu 10 hari, dan pasien diberikan obat penghilang rasa sakit dan alpha blocker untuk membantu mengendurkan ureter. Namun, penelitian mengungkapkan bukti yang bertentangan - mengenai apakah alpha blocker benar-benar membantu. Sejauh ini tidak ada terapi oral yang disetujui FDA untuk batu ginjal dan pelebaran ureter.

Para peneliti di MIT dan Massachusetts General Hospital (MGH) baru-baru ini menemukan pengobatan potensial yang dapat membuat batu ginjal dibuang lebih cepat dan tidak terlalu sakit. Kedua lembaga telah mengidentifikasi kombinasi dua obat yang mengendurkan dinding ureter dan dapat 'dikirim' langsung ke ureter dengan instrumen seperti kateter. Dalam sebuah penelitian  yang baru dipublikasikan, para peneliti mengatakan relaksasi ureter dapat membantu batu ginjal bergerak lebih mudah melalui ureter.

"Kami kira teknik ini dapat berdampak pada penyakit batu ginjal secara bermakna yang mempengaruhi jutaan orang," kata Dr. Michael Cima, penulis senior studi dan Profesor Teknik David H. Koch di Departemen Ilmu dan Teknik Material MIT.

Christopher Lee, yang barus aja mendapatkan gelar Ph.D. di Harvard-MIT Division of Health Sciences and Technology adalah penulis utama studi ini. Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Nature Biomedical Engineering.

Perawatan semacam ini mungkin juga menjadi lebih mudah dan tidak terlalu menyakitkan untuk memasukkan stent ke dalam ureter. Prosedur ini kadang-kadang dilakukan setelah batu ginjal dilewatkan untuk mencegah penyumbatan tabung.

Cima dan Brian Eisner, yang ikut mengarahkan Kidney Stone Program di MGH mengatakan dengan memberikan relaksan otot langsung ke ureter mungkin merupakan alternatif yang lebih baik. Mereka mencatat sebagian besar rasa sakit akibat melewati batu ginjal muncul dari kram dan peradangan di ureter ketika batu melewati tabung sempit. Pengamatan ini menunjukkan dengan mengendurkan otot-otot yang mengelilingi tabung dapat membantu meringankan bagian ini.

Peneliti menguji 18 obat untuk mengukur seberapa banyak obat tersebut mengendurkan sel otot polos. Mereka juga menggunakan pemrosesan komputasi intensif untuk menganalisis secara individual respons relaksasi hampir satu miliar sel setelah paparan obat. Selanjitnya, para peneliti mengidentifikasi dua obat yang bekerja dengan baik dan ternyata obat ini bekerja lebih optimal ketika diberikan bersamaan. Salah satunya adalah nifedipine, yang merupakan penghambat saluran kalsium yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi. Yang lainnya adalah jenis obat yang dikenal sebagai penghambat ROCK (rho kinase), yang digunakan untuk mengobati glaukoma.

Para peneliti menekankan diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan berapa lama efek relaksasi otot berlangsung dan berapa banyak relaksasi yang diperlukan untuk mempercepat perjalanan batu. Mereka sekarang meluncurkan perusahaan startup, yang disebut Fluidity Medicine, untuk terus mengembangkan teknologi untuk pengujian pada manusia.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check