Pemakaian Ponsel di Malam Hari Picu Lonjakan Gula Darah

Pemakaian Ponsel di Malam Hari Picu Lonjakan Gula Darah

03 Dec 2019

Dokterdigital.com - Saatnya meliburkan gadget dan perangkat elektronik lain menjelang tidur jika tidak ingin gula darah melonjak, yang bisa memicu diabetes. Selama ini kita tahu bahwa diet dan olahraga keduanya memainkan peran penting dalam mengelola diabetes tipe 2. Para ahli merekomendasikan untuk mengombinasikan diet seimbang dan sehat dengan aktivitas fisik secara teratur untuk mempertahankan kadar gula darah yang tepat, tetapi daftar tersebut mungkin akan segera melibatkan paparan ponsel cerdas.

Diabetes tipe 2 menyebabkan tubuh kehilangan kendali atas jumlah gula dalam darah. Ada temuan menarik yang mungkin menciutkan nyali: Menggunakan smartphone atau tablet satu jam sebelum tidur di malam hari telah ditemukan berkontribusi terhadap peningkatan kadar gula secara tiba-tiba.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Physiology & Behavior, menunjukkan bahwa peningkatan terjadi karena paparan cahaya buatan dari perangkat elektronik sebelum tidur. "Bahkan pada level yang dianggap tidak berbahaya, paparan cahaya pada malam hari dapat memicu sejumlah masalah kesehatan," kata Kathryn Russart, seorang peneliti postdoctoral di Pusat Medis Wexner University Ohio State di Columbus. "Cahaya di malam hari adalah pengganggu endokrin lingkungan."

Dia menjelaskan bahwa ritme sirkadian tubuh atau jam alami tubuh berjalan berdasarkan 24 jam hari matahari. Ini membantu tubuh mengelola ritme hormon secara teratur dalam jaringan endokrin.Namun, ketika otak terpapar cahaya pada malam hari, jam internal menjadi terganggu sehingga lebih sulit untuk tertidur dan menyebabkan perubahan pada tubuh yang memicu lonjakan gula.

Para ahli mengatakan bahwa orang harus menjaga cahaya hanya kurang dari lima lux di malam hari untuk menjaga ritme sirkadian tetap sinkron. Menggunakan ponsel, tablet, dan bahkan TV sebelum tidur dapat membuat tubuh terkena cahaya hingga 40 lux.

"Jika harus menggunakan perangkat pintar, disarankan menggunakan kacamata pemblokiran cahaya terang, banyak dijual secara online untuk membantu menggunakan kembali paparan cahaya biru dari elektronik," kata Elena Christofides, ahli endokrinologi dalam praktik pribadi di Columbus, Ohio. "Saran saya adalah mengenakan kacamata khusus di sekitar waktu makan malam dan tetap menggunakannya selama mengakses komputer, smartphone, iPad atau menonton TV."

Pada 2018, pengguna smartphone di AS mencapai 257,3 juta, menurut perusahaan basis data Statista. Sementara itu, ada lebih dari 30 juta orang Amerika yang menderita diabetes, dengan 90 persen hingga 95 persen dari mereka hidup dengan diabetes tipe 2.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check