Benarkah Minyak Kelapa Efektif Turunkan Berat Badan?

Benarkah Minyak Kelapa Efektif Turunkan Berat Badan?

02 Dec 2019

Dokterdigital.com - Selama ini minyak kelapa (VCO) masih kerap disalahpahami. Satu yang paling popular adalah bahwa minyak kelapa merupakan bahan yang efektif dalam mendorong penurunan berat badan. Beberapa penelitian telah menyelidiki kebenaran di balik asumsi ini, namun hasilnya tidak menjanjikan. Beberapa penelitian memiliki hasil yang beragam, yang lain tidak jelas. Namun, sebagian besar penelitian bersifat jangka pendek dan condong menyimpulkan bahwa minyak kelapa hanya berdampak sedikit atau tidak ada perbedaan pada penurunan berat badan, indeks massa tubuh atau ukuran pinggang.

Menurut laman Mayoclinic.org, sebagian besar studi telah meneliti konsumsi minyak kelapa bersamaan dengan diet rendah kalori dan olahraga rutin. Tidak ada penelitian yang secara langsung mengatakan bahwa menambahkan minyak kelapa ke dalam diet teratur membantu menurunkan berat badan.

Minyak kelapa diekstrak dari buah kelapa, hampir 80 hingga 90 persennya terdiri dari lemak jenuh. Faktanya, kandungan lemak adalah salah satu alasan mengapa minyak kelapa tidak dapat dianggap sebagai bahan yang efektif menurunkan berat badan. Satu sendok makan minyak kelapa mengandung 11 gram lemak dan 120 kalori. Karena itu, menambahkan minyak kelapa ke dalam makanan tidak akan membantu turun berat badan, tanpa dibarengi usaha lain.

Faktor penting lain yang perlu dipertimbangkan adalah bahwa minyak dengan lemak tak jenuh, contohnya zaitun, minyak kanola dan minyak bunga matahari, membantu mengurangi tanda-tanda obesitas. Lemak jenuh memiliki efek sebaliknya. Minyak ini juga mengandung trigliserida rantai menengah (MCT), yang merupakan 50 persen dari kandungan lemak. Namun para ilmuwan telah mengklarifikasi bahwa minyak MCT dan minyak kelapa manfaatnya tidaklah sama.

Sebuah studi yang diterbitkan pada 2017 oleh Universitas Chiang Mai di Thailand menilai 35 sukarelawan berusia antara 18 hingga 25 tahun yang dipisahkan menjadi dua kelompok. Yang pertama menerima 15 ml minyak kelapa murni, sedangkan kelompok kedua mengambil plasebo dua kali sehari selama delapan minggu. Setelah itu, kedua kelompok harus beristirahat (tidak mengonsumsi) bahan ini selama delapan minggu ke depan untuk mengeluarkannya dari sistem. Setelah periode berakhir, kelompok bersama dengan bahan-bahan saling dipertukarkan.

Berturut-turut, setiap delapan minggu setelah mengambil minyak kelapa murni, kadar lipoprotein plasma diperiksa dan dibandingkan dengan pengukuran awal. Hasilnya positif. Kelompok yang menggunakan minyak kelapa murni kolesterol baiknya meningkat sebesar 5,72 mg/dL dibandingkan dengan kelompok plasebo.

“Namun, tidak ada perbedaan dalam perubahan kolesterol total, kolesterol lipoprotein densitas rendah, dan kadar trigliserida di antara kedua rejimen. Diare ringan dilaporkan oleh beberapa sukarelawan ketika menggunakan VCO, tetapi tidak ada efek samping serius yang dilaporkan," demikian kesimpulan para peneliti.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check