Pola Makan Tinggi Protein Potensial Merusak Ginjal

Pola Makan Tinggi Protein Potensial Merusak Ginjal

09 Sep 2020

Dokterdigital.com - Pola makan protein tinggi diyakini memberikan banyak manfaat kesehatan. Zat gizi ini dikenal untuk mendukung penurunan berat badan dan pengembangan massa otot tanpa lemak. Namun, terlalu banyak protein mungkin memiliki beberapa efek yang tidak diinginkan. Para peneliti menemukan bahwa diet kaya protein dapat membahayakan ginjal, terutama pada penderita diabetes atau yang mengalami obesitas.

Para peneliti mengatakan diet tinggi protein secara efektif dapat membantu orang menurunkan berat badan. Tetapi orang-orang dengan masalah gula darah dan kelebihan berat badan harus mempertimbangkan kembali pilihan makanan karena konsumsi terlalu banyak protein juga dapat menyebabkan gangguan fungsi ginjal yang parah.

"Diet tinggi protein menginduksi hiperfiltrasi glomerulus, yang, menurut pengetahuan kita saat ini, dapat meningkatkan penyakit ginjal kronis tingkat rendah yang sudah ada sebelumnya. Kondisi ini sering terjadi pada orang dengan diabetes," kata Denis Fouque, salah satu peneliti dan ketua European Renal Nutrition Working Group.

Karena alasan inilah, penting untuk mengatur jumlah protein yang dikonsumsi. Peneliti mengatakan semakin tinggi asupan protein, semakin cepat menyebabkan penurunan fungsi ginjal. Temuan terbaru, yang diterbitkan dalam jurnal Nephrology Dialysis Transplantation, mendukung studi sebelumnya yang mengeksplorasi efek diet tinggi protein. Para ahli kesehatan juga menekankan bahwa pasien dengan penyakit ginjal kronis tahap awal harus mengambil diet rendah protein untuk menjaga kesehatan ginjalnya.

Fouque dan rekannya mengatakan bahwa orang dengan penyakit ginjal kronis ringan mungkin memiliki risiko komplikasi tertinggi. Orang-orang ini umumnya tetap tidak menyadari kondisi mereka dan mengikuti diet protein tinggi karena tren yang mempromosikan manfaat kesehatannya.

Orang dengan diabetes tipe 2 juga berisiko. Perkiraan menunjukkan bahwa 30 persen pasien juga memiliki penyakit ginjal kronis dan mereka mungkin mengonsumsi lebih banyak protein untuk mengatur berat badan. "Perlu menasihati orang-orang - terutama mereka yang berisiko tinggi untuk penyakit ginjal kronis, yaitu pasien dengan diabetes, orang-orang gemuk, orang-orang dengan ginjal soliter dan bahkan mungkin orang lanjut usia - untuk tidak mengonsumsi makanan tinggi protein karena pola makan ini dapat membahayakan ginjalnya," kata Fouque.

Para peneliti meluncurkan kampanye untuk membantu masyarakat mengelola konsumsi protein dan mengetahui pengaruhnya terhadap kesehatan ginjal. Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk menentukan perbedaan antara protein dari makanan hewani atau nabati yang berkontribusi paling besar dalam merusak ginjal.

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check