Kenali Gejala Umum Diabetes dengan 3P

Kenali Gejala Umum Diabetes dengan 3P

18 Nov 2019

Dokterdigital.com - Epidemi diabetes tipe 2 masih menunjukkan kenaikan, meski upaya edukasi ke masyarakat sudah gencar dilakukan. International Diabetes Federation (IDF) Atlas 2017 melaporkan bahwa epidemi diabetes di Indonesia cenderung meningkat, khususnya diabetes tipe 2. Indonesia menjadi negara peringkat ke 6 dengan jumlah penyandang diabetes terbesar di dunia, setelah Cina, India, Amerika Serikat, Brazil dan Meksiko.

Data menunjukkan, sekira 10,3 juta masyarakat Indonesia mengidap diabetes pada rentang usia 20-79 tahun. Yang memprihatinkan adalah, hanya separuh dari mereka yang menyadari kondisinya. Jika tidak segera ditanggulangi, diperkirakan ketika puncak demografi terjadi pada 2030, sebanyak 21,3 juta jiwa mengidap
diabetes tipe 2.

Bukan hanya mengancam kualitas generasi penerus bangsa, tingginya prevalensi penyakit kronis ini juga berdampak pada perekonomian nasional. Pada 2018, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah menggelontorkan dana Rp6,1 triliun untuk pengobatan penyakit diabetes. Penyakit kencing manis termasuk salah satu penyakit yang menggerogoti anggaran BPJS Kesehatan selain penyakit jantung dan pembuluh darah, juga kanker.

Sun Life Financial Asia merilis laporan terkait dibetes di Asia, berjudul Diabetes in Asia: Empowering communities to lead healthier live pada awal tahun ini, yang berfokus di Hong Kong, Filipina, Indonesia, Vietnam dan Malaysia. Cukup memprihatinkan bahwa mayoritas masyarakat masih salah kaprah dalam memahami penyakit diabetes. Menurut penelitian diperoleh hasil bahwa literasi masyarakat Indonesia terkait diabetes masih rendah. "Riset yang dilakukan Sun Life mendapatkan hasil bahwa 68 persen penduduk Indonesia berpendapat bahwa diabetes adalah penyakit yang disebabkan oleh faktor keturunan saja. Padahal, gaya hidup yang tidak sehat menjadi faktor utama seseorang menderita diabetes, khususnya tipe 2," kata Elin Waty, Presiden Direktur PT Sun Life Financial Indonesia dalam temu media menandai Hari Diabetes Sedunia, baru-baru ini.

Elin menambahkan, untuk menekan angka gelombang penderita diabetes di Indonesia, laporan tersebut juga memberikan rekomendasi berupa peningkatan literasi diabetes dan pendekatan terkordinasi berbasis komunitas, sebagai upaya yang perlu dilakukan bersama.

Masih rendahnya literasi diabetes di tengah masyarakat Indonesia juga dipertegas oleh Kepala Divisi Metabolik Endokrin Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, dr. Dante Saksono Harbuwono Sp.PD-KEMD, PhD, yang menekankan bahwa hasil survei FKUI RSCM-Divisi metabolik endokrin menemukan 1 dari 8 orang di Jakarta terkena diabetes, dan 2 dari 3 orang yang terkena diabetes tidak mengetahui kalau dirinya terkena diabetes. "Angka ini belum termasuk jumlah penderita pradiabetes, yang diperkirakan jumlahnya 6 kali lebih banyak dari penderita diabetes," ujar Dante.

Peningkatan pemahaman dan upaya pencegahan terhadap pradiabetes dan diabetes menjadi sebuah keharusan. Dante menambahkan, seseorang yang sudah terkena diabetes umumnya akan mengalami tiga gejala klasik yang dikenal dengan istilah 3P yaitu Poliuri (sering buang air kecil), Polifagi (sering merasa lapar) dan Polidipsi (sering merasa haus). "Penurunan berat badan tanpa disertai dengan sebab yang jelas, juga menjadi ciri yang perlu diperhatikan,' imbuhnya.

Sayangnya, masyarakat masih kerap abai terhadap gejala ini. Faktanya, hanya 30% penderita diabetes di Indonesia yang memahami tentang diabetes dan cara penanganannya. Ditambahkan Dante, upaya efektif untuk mencegah dan mengendalikan diabetes harus dilakukan, dimulai dari menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dengan cara: menjaga pola makan sehat dan berimbang serta aktif bergerak; menghindari diri dari rokok dan alkohol; serta membangun komunitas pendukung yang solid.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check