6 Penyebab Sakit Punggung yang Tidak Terduga

6 Penyebab Sakit Punggung yang Tidak Terduga

17 Nov 2019

Dokterdigital.com - Keluhan sakit punggung sepertinya tak pandang usia. Mulai dari mereka yang berusia muda hingga lansia bisa mengeluhkan nyeri punggung. Sakit punggung merupakan salah satu bentuk rasa sakit yang paling umum. Faktanya cukup mengejutkan: sekitar 80 persen orang Amerika memiliki atau akan mendapatkan sakit punggung setidaknya sekali dalam hidup mereka. Rasa sakit, kejang, dan sensasi yang dirasakan di punggung dapat dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang paling umum, mulai dari melakukan pekerjaan rumah tangga hingga merokok.

Seiring bertambahnya usia, sendi menjadi kaku dan kurang fleksibel. Cairan di persendian bisa berkurang. Tulang rawan mungkin mulai bergesekan dan aus, dan mineral dapat mengendap di dalam dan sekitar  persendian, demikian menurut laman kesehatan Medline Plus. Inilah sebabnya mengapa orang di atas 60 lebih rentan terhadap degenerasi sendi di tulang belakang.

Populasi lainnya dapat mengalami sakit punggung karena sejumlah hal, misalnya mengangkat benda berat, tetapi di bawah ini adalah enam penyebab sakit punggung yang tak terduga yang harus kita ingat:

1. Kasur empuk

Kasur yang baik sangat penting untuk mendapatkan tidak hanya tidur nyenyak, tetapi juga kesehatan secara keseluruhan, termasuk punggung. Tidur di kasur empuk dapat menyebabkan berat punggung tidak rata, dan memicu timbulnya sakit tulang belakang. Sebuah studi tahun 2003 yang dipublikasikan di The Lancet menemukan bahwa tidur di kasur keras level medium dibandingkan dengan kasur keras dua kali lebih mungkin untuk memperbaiki masalah punggung pada orang yang menderita sakit punggung kronis. Kasur yang kokoh memungkinkan struktur tulang belakang untuk beristirahat sepanjang malam.

2. Penggunaan ponsel

Ponsel memudahkan kita mengadopsi kebiasaan buruk dalam hal postur. Menelepon, mengirim pesan teks, dan menulis email pada ponsel dapat membuat tekanan di leher, dan menjalar hingga punggung. Sebuah studi tahun 2009 yang dilakukan oleh Temple University menemukan peningkatan pesan teks pendek (SMS) menciptakan lebih banyak rasa sakit dan nyeri di bahu, leher, dan punggung. Kesadaran postural dapat membantu memperbaiki nyeri punggung yang terkait dengan telepon. Postur yang baik berarti kepala tegak, telinga sejajar dengan bahu, dan tulang belikat turun dan ditarik.

3. Melakukan pekerjaan rumah tangga

Merapikan dan melakukan tugas-tugas di rumah kadang-kadang bisa sangat menyakitkan, tetapi untuk alasan yang berbeda dari yang kita pikirkan. Sebuah penelitian tahun 2006 di Spine menemukan melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci, mengepel, mencuci piring, atau bahkan membawa tas belanja adalah salah satu tugas yang paling menuntut di punggung yang mengharuskan posisi membungkuk di pinggang. Ini menciptakan ketegangan leher dan punggung. Sebaliknya, cobalah untuk sedikit menekuk lutut atau berjongkok untuk meredakan ketegangan pada punggung.

4. Memakai alas kaki hak tinggi atau sandal jepit

Sepatu hak tinggi memberikan gaya maksimal, sementara sandal jepit lebih mengutamakan kenyamanan. Namun, kedua jenis alas kaki ini dapat menyebabkan gangguan pada punggung. Sebuah studi tahun 2010 di Journal of Chiropractic Medicine menemukan banyak wanita mengeluh tentang nyeri punggung bawah karena memakai sepatu hak tinggi. Diyakini pemakaian sepatu hak tinggi dapat menyebabkan lordosis lumbal yang meningkat - sebuah lengkungan ke dalam dari punggung bawah. Meskipun para peneliti belum menyimpulkan persoalan ini, namun Dr. Surve, direktur dari Texas Center for Performing Arts Health dan sassociate professor di Pusat Ilmu Kesehatan Texas College of Osteopathic Medicine University of North Texas menegaskan sepatu hak tinggi memiliki efek yang penting pada bagian belakang.

"Sepatu hak tinggi menempatkan kaki pada sudut dan menarik otot dan persendian tidak sejajar, sehingga efeknya tidak terbatas pada kaki," katanya kepada American Osteopathic Association. Ia percaya sepatu hak tinggi mengganggu bentuk alami tubuh.

Sementara itu, sandal jepit mempersingkat langkah, yang menempatkan ketegangan yang tidak biasa pada kaki, pinggul, dan otot punggung bawah. Sandal jepit memberi lebih banyak tekanan pada ujung luar kaki dan lebih sedikit pada tumit, menyebabkan sedikit rotasi pada bagian bawah kaki. Ini dapat mengubah sudut panggul, meningkatkan torsi tulang belakang bagian bawah, menurut Spinal Health Institute di Florida. Kekakuan dan rasa sakit di daerah pinggang bisa semakin buruk dari waktu ke waktu dengan pamakaian alas kaki datar.

5. Pola makan buruk

Pola makan yang terdiri dari makanan olahan dan gula bisa memicu peradangan di tubuh dan menyebabkan sakit punggung. Sebuah studi tahun 2014 di Asian Spine Journal menemukan bahwa sekitar 31 persen wanita dan 25 persen pria yang menderita sakit punggung juga memiliki keluhan gastrointestinal, seperti sakit perut atau intoleransi makanan. Hubungan antara zat gizi dan nyeri punggung ternyata terkait peradangan. Makanan tinggi lemak dan gula memicu peradangan di seluruh tubuh, termasuk punggung bagian bawah. Mengonsumsi makanan seperti protein seperti daging tanpa lemak atau kacang-kacangan, gandum utuh yang baik seperti beras merah, dan sayuran, dapat membantu mencegah sakit punggung.

6. Merokok

Tak pelak lagi, merokok sebatang rokok atau satu bungkus sehari bisa membahayakan paru-paru, tetapi juga bisa mendatangkan malapetaka di punggung. Sebuah studi tahun 2001 yang dilakukan oleh Johns Hopkins University menemukan merokok mengurangi suplai darah ke cakram di belakang, yang mengarah ke penuaan dini pada organ tersebut. Akibatnya bisa muncul sakit punggung bagian bawah. Perokok muda lebih mungkin mengalami sakit punggung bagian bawah daripada mereka yang lebih tua karena mereka lebih cenderung terlibat dalam perilaku yang mengarah pada aterosklerosis, seperti minum minuman keras dan konsumsi makanan cepat saji.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check