Kerap Merasa Depresi? Mungkin Kurang Gizi

Kerap Merasa Depresi? Mungkin Kurang Gizi

17 Nov 2019

Dokterdigital.com - Zat gizi memegang peran penting dalam menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Selain menjaga tubuh berfungsi dengan optimal, zat gizi tertentu juga memiliki peran penting, misalnya dalam menjaga suasana hati. Bad mood ternyata bisa dipengaruhi oleh asupan zat gizi yang tidak terpenuhi dari makanan.  Kekurangan vitamin dan mineral yang vital untuk tubuh ternyata akan mempengaruhi suasana hati.

British Dietitian Association mencatat setidaknya ada 4 jenis zat gizi yang dapat mempengaruhi suasana hati, antara lain zat besi, vitamin B, asam folat dan selenium. Kekurangan vitamin B (vitamin B1, B3 dan B12) dapat menyebabkan mudah lelah, malas dan bahkan timbul perasan depresi. Asupan vitamin B dapat diperoleh dengan mengonsumsi makanan berprotein hewani seperti telur, daging dan ikan setiap hari sesuai kebutuhan.

Serupa dengan kekurangan vitamin B, defisiensi asam folat juga dapat mempengaruhi timbulnya perasaan depresi, terutama pada lansia. Untuk mencegah hal tersebut terjadi selalu penuhi asupan zat besi dari makanan dengan mengonsumsi sayuran hijau, hati dan beberapa produk yang terfortifikasi (mendapatkan penambahan zat gizi) asam folat.

Namun ternayta tak semua orang dapat mencukupi kebutuhan gizi, terutama gizi mikro, yaitu vitamin dan mineral dari makanan. Dokter Fala Adinda dari Jovee mengatakan dalam lingkungan dengan tingkat polusi tinggi dewasa ini, mencukupi asupan gizi dari makanan saja tidak cukup, apalagi bagi mereka yang memiliki kesibukan padat. "Dibutuhkan suplemen untuk menunjang terpenuhinya gizi yang kita perlukan," ujar Fala dalam temu media yang dihelat PT Indopasifik Teknologi Medika Indonesia (ITMI) menandai peluncuran Jovee di Jakarta, baru-baru ini.

Fala yang juga penggiat olahraga seperti lari dan bersepeda mengklaim di sejumlah komunitas yang diikutinya, suplemen bahkan menjadi 'menu wajib' untuk dikonsumsi sehari-hari. "Apalagi kita tak dapat memastikan apakah makanan yang kita konsumsi sehari-hari sudah memenuhi asupan gizi yang kita perlukan. Di sinilah pentingnya suplementasi," bebernya.

Sayangnya, masih banyak orang yang mengonsumsi suplmen 'ngasal' dan tidak sesuai kebutuhan. Apalagi produk suplemen ini dijual bebas tanpa resep dokter. Untuk itulah penting menemukan suplemen yang pas untuk menunjang gaya hidup sehat. Berawal dari kebutuhan ini ITMI merilis Jovee, aplikasi yang mendukung gaya hidup sehat.

CEO ITMI dan co-founder Jovee, Natali Ardianto mengatakan Jovee dibesut menggunakan 'data science' dengan melibatkan para ahli di bidangnya untuk memberikan rekomendasi suplemen yang sesuai dengan kebutuhan pengguna. "Rekomendasi suplemen bersifat personal sehingga hasil yang didapat tergantung dari jawaban penggunanya," ebebr Natali.

Ide merilis Jovee, menurut Natali, berawal dari fakta di dunia saat ini bahwa konsumsi makanan yang tidak sehat berkontribusi terhadap 22 persen kematian akibat penyakit yang berkaitan dengan bad diet. Ini lebih besar dibandingkan kematian akibat penyakit yang berkaitan dengan rokok (mencakup 18 persen), berdasarkan data dari Health Effects of Dietary Risks in 195 Countries, 1990–2017: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2017.

Gaya hidup sehat dibutuhkan agar masyarakat dapat beraktivitas dengan maksimal. Salah satu caranya adalah dengan memenuhi nutrisi tubuh. Kesadaran akan gaya hidup sehat berperan penting untuk hal ini. Tanpa adanya informasi yang cukup mengenai kebutuhan nutrisi, gaya hidup sehat tidak akan tercapai. "Dengan adanya Jovee, diharapkan masyarakat dapat mengetahui apakah kebutuhan mereka akan nutrisi sudah tercukupi atau belum," urai Natali.

“Personalisasi merupakan kata kunci di sini. Sewaktu kami memformulasikan Jovee, yang ada dalam pikiran kami adalah bagaimana memahami kebutuhan kesehatan dari masing-masing orang. Sehingga kami dapat memberikan rekomendasi suplemen kesehatan yang tepat bagi tiap orang," imbuh Natali.

Natali menambahkan Jovee dirancang untuk melengkapi asupan nutrisi sesuai kebutuhan dan kondisi setiap orang. Dengan hadirnya Jovee, masyarakat akan lebih mudah mengakses informasi mengenai produk suplemen yang cocok bagi mereka. Dengan mengetahui informasi suplemen yang tepat, gaya hidup sehat diharapkan dapat tercapai. Karena pola hidup dan olahraga yang dijalankan setiap orang berbeda, maka kondisi setiap orang tentu tidak akan sama. Kondisi yang berbeda tentu membutuhkan asupan suplemen yang berbeda pula.

“Kami optimistis Jovee dapat membantu lebih banyak masyarakat untuk hidup sehat dengan memenuhi kebutuhan suplemen yang tepat. Dengan dukungan dari tim dokter dan apoteker, kami yakin Jovee mampu memberikan rekomendasi yang aman dan sesuai. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena suplemen yang kami berikan sudah berlisensi. Kami berharap akan lebih banyak lagi masyarakat yang teredukasi dan merasakan manfaatnya," harap Natali.

Fala Adinda sepakat dengan Natali bahwa pola hidup yang seimbang, olahraga yang teratur, serta asupan dari makanan yang bergizi dapat mendukung gaya hidup sehat, sehingga setiap orang mampu melakukan aktivitas dengan baik. “Suplemen diperlukan untuk memastikan kebutuhan vitamin dan mineral terpenuhi. Namun dibutuhkan pemahaman mengenai kondisi tubuh dan suplemen seperti apa yang dibutuhkan dan seberapa banyak dosisnya,” tandas Fala.

PT Indopasifik Medika Investama (IMI Group) merupakan perusahaan investasi yang bergerak khusus di bidang kesehatan sejak tahun 2017. Sampai saat ini IMI Group memiliki beberapa unit bisnis seperti jaringan apotek Pharmaplus, jaringan klinik PrimeCare, serta Homecare24, sebuah aplikasi yang membantu masyarakat terhubung dengan perawat lansia dan juru rawat, secara terpadu dan berbasis digital.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check