Kanker Ganas Bisa 'Diteropong' dari Rambut

Kanker Ganas Bisa 'Diteropong' dari Rambut

08 Nov 2019

Dokterdigital.com - Hanya dengan melihat folikel rambut dapat membantu dokter menemukan kanker kulit yang berpotensi mematikan. Para peneliti menemukan bahwa penyakit ini dapat memulai perkembangannya dalam sel-sel batang yang memberikan warna pada rambut daripada pada lapisan kulit.

Studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications, menunjukkan bahwa melanoma terjadi pada permukaan kulit ketika sel-sel batang yang rusak bergerak ke atas dan keluar dari folikel rambut. Para peneliti menganalisis perkembangan kanker kulit pada tikus rekayasa genetika dan sampel jaringan manusia.

Tim mengedit gen dalam sel batang melanosit folikel untuk menambahkan efek bercahaya di mana punsel ini berada. Teknik ini memungkinkan para peneliti untuk melacak sel-sel kanker dan mengamati bagaimana kanker membentuk dan bermigrasi jauh di dalam kulit, demikian dilaporkan MedicalXpress.

Para peneliti menemukan bahwa sel batang melanosit abnormal bermigrasi ke atas dan keluar dari folikel rambut untuk memasuki epidermis atau lapisan kulit terluar. Sel-sel yang bergerak kemudian mengarah pada pembentukan melanoma pada kulit. Sel kanker juga tampak bergerak lebih dalam ke lapisan kulit yang disebut dermis, yang selanjutnya menyebarkan penyakit.

Para peneliti mengatakan, keterlibatan sel punca membuat perawatan kanker kulit sulit dilakukan. Sel induk dapat berubah dari satu jenis sel ke yang lain. Melanoma menggunakan sel-sel ini untuk berkembang biak di seluruh tubuh.

"Dengan mengonfirmasi bahwa sel-sel pigmen onkogenik dalam folikel rambut adalah sumber melanoma yang bonafid, kami memiliki pemahaman yang lebih baik tentang biologi kanker ini dan ide-ide baru tentang bagaimana cara melawannya," kata Mayumi Ito Suzuki, penulis studi dan profesor di NYU School dari Medicine and Perlmutter Cancer Centre.

Studi ini dapat memandu pengembangan perawatan untuk kanker kulit karena memberikan informasi tentang cara melacak sel kanker pada kulit secara akurat. Selama tes, para peneliti juga dapat menghilangkan sementara sinyal kanker satu per satu di folikel rambut.

"Model tikus kami adalah yang pertama menunjukkan bahwa sel induk melanosit onkogenik folikuler dapat membentuk melanoma. Ini menjanjikan untuk mengidentifikasi diagnostik dan perawatan baru untuk melanoma," ujar Qi Sun, penulis studi pertama dan rekan postdoctoral di lab Ito.

"Sementara temuan kami akan memerlukan konfirmasi dalam pengujian lebih lanjut pada manusia, ada pendapat bahwa melanoma dapat timbul dalam sel-sel induk pigmen yang berasal baik dalam folikel maupun pada lapisan kulit, sehingga beberapa melanoma memiliki banyak sel induk asal," tandas Qi Sun.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check