Hati-hati, Anjing Bisa Tularkan Leptospirosis

Hati-hati, Anjing Bisa Tularkan Leptospirosis

08 Nov 2019

Dokterdigital.com - Hati-hati dengan hewan peliharaan karena berpotensi menularkan penyakit. Leptospirosis, penyakit menular yang biasanya disebarkan oleh tikus dan urin tikus, dan lebih sering ditemukan di negara-negara tropis seperti di Asia, dilaporkan meningkat di Amerika Serikat bagian Barat di mana penyakit ini juga disebarkan oleh urin anjing.

Seorang dokter hewan di Arizona mengatakan terjadi peningkatan jumlah anjing yang dia lihat setiap tahun yang menderita leptospirosis. Jumlah kasus leptospirosis di Arizona, Colorado dan Utah (dan di bagian lain Amerika Serikat) tidak diketahui karena negara tidak diharuskan melaporkan kasus leptospirosis, demikian dilaporkan Medical Daily.

Leptospirosis dianggap infeksi zoonosis paling luas (infeksi yang disebarkan oleh hewan ke manusia) di dunia. Anjing yang terinfeksi adalah sumber infeksi yang umum di AS. Leptospirosis menyebabkan penyakit serius pada anjing, hewan lain, dan manusia.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri berbentuk pembuka botol yang disebut "leptospira" yang hidup di air atau di tanah yang basah dan hangat. Kuman ini sering ditularkan melalui air seni hewan atau air, atau tanah yang mengandung air seni hewan yang bersentuhan dengan kulit, mata, mulut atau hidung.

Leptospirosis paling umum terjadi pada petani dan orang-orang berpenghasilan rendah yang tinggal di kota-kota di negara berkembang. Di Amerika Serikat dan di negara maju lainnya, leptospirosis paling umum terjadi di antara orang-orang yang terlibat dalam kegiatan di luar ruangan di daerah hangat dan basah.

Statistik menunjukkan tujuh hingga 10 juta orang terinfeksi oleh leptospirosis setiap tahun. Penyakit ini menyebabkan hampir 59.000 kematian setiap tahun.

Tanda-tanda awal leptospirosis termasuk demam, lesu, dan kurang nafsu makan. Leptospirosis yang tidak diobati dapat berkembang menjadi penyakit yang lebih parah dan mengancam jiwa yang menyerang ginjal, hati, otak, paru-paru dan jantung.

Anjing dapat terpapar bakteri penyebab penyakit dari air atau tanah yang terkontaminasi dengan urin yang terinfeksi. Hewan peliharaan yang menghabiskan banyak waktu di air atau di daerah yang rawan hujan atau salju paling berisiko. Manusia dapat terinfeksi bakteri akibat kontak dengan urin anjing yang terinfeksi.

Leptospira dapat ditemukan pada hewan peliharaan dan liar. Termasuk dalam daftar ini adalah tikus, babi, musang, ternak, rubah dan sigung. Kucing tidak terkena leptospirosis. Manusia yang terinfeksi leptospirosis menunjukkan gejala mirip flu. Penyakitnya bisa diobati dengan antibiotik. Anjing juga dapat berhasil dirawat jika pengobatan diberikan pada tahap awal.

Di Amerika Serikat, prevalensi leptospirosis anjing telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Dokter hewan memperkirakan bahwa sebanyak delapan persen anjing terinfeksi leptospirosis, beberapa bahkan tanpa gejala alias tidak menunjukkan gejala apa pun.

Para ahli kesehatan mengatakan perubahan iklim, pertumbuhan populasi dan perambahan manusia pada habitat hewan semuanya meningkatkan paparan manusia dan anjing terhadap leptospirosis dan patogen lainnya. Jadi sebaiknya hati-hati ya.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check