Pentingnya Pemenuhan Protein Hewani di Periode Emas Anak

Pentingnya Pemenuhan Protein Hewani di Periode Emas Anak

04 Nov 2019

Dokterdigital.com - Pemenuhan gizi di masa awal kehidupan, merupakan masa krusial yang berlangsung sangat pendek dan tidak dapat terulang kembali. Asupan yang sehat dan seimbang pada periode ini akan berpengaruh terhadap pertumbuhan fisik dan otak anak yang optimal di masa depan.

Komposisi pemenuhan gizi pada anak di usia pertumbuhan, tentu berbeda dengan pemenuhan gizi orang dewasa. Salah satu asupan yang penting pada periode ini adalah protein hewani, karena asam amino yang berasal dari protein hewani lebih lengkap untuk pertumbuhan tulang dan juga kecerdasan anak.

Pentingnya pemenuhan gizi, utamanya protein hewani pada periode emas anak, juga ditegaskan Dokter Anak Spesialis Nutrisi dan Penyakit Metabolik pada Anak, Prof. Dr. dr. Damayanti Rusli Sjarif, SpA(K). “Masa awal kehidupan menjadi periode krusial dalam perkembangan anak, dimana otak anak berkembang dengan pesat. "Anak dengan berat badan 10 kg, sebanyak 50-60 persen energi yang ada dipakai untuk perkembangan otak. Bila asupan gizinya kurang, maka otak pula yang akan dikorbankan terlebih dulu. Dampaknya, jika pada periode ini asupan gizi tidak terpenuhi dengan baik, fungsi kognitif akan terganggu, begitu pula sistem pembakaran lemak," kata Damayanti dalam temu media yang dihelat Frisian Flag Indonesia di TMII Jakarta Timur, baru-baru ini.

Selain memenuhi kebutuhan ASI, penting bagi orang tua untuk melengkapi kebutuhan gizi seimbang anak, utamanya dengan karbohidrat, lemak dan protein hewani. Protein hewani menjadi penting, karena kandungan asam amino esensial terlengkap yang terkandung di dalamnya berperan dalam membantu pertumbuhan dan kecerdasan otak anak.

Sumber protein hewani terbaik, dapat ditemukan pada susu, daging, telur, unggas, dan ikan. Asupan protein pun perlu didukung asupan bergizi lainnya. Selain protein, anak juga membutuhkan energi, karbohidrat, lemak, dan nutrisi mikro lainnya seperti vitamin dan mineral.

Di kesempatan yang sama, psikolog klinis anak, Kantiana Taslim mengatakan, selain pertumbuhan fisik dan kognitif, di usia emas anak juga mulai menunjukkan rasa ingin tahu dan minat terhadap sesuatu. Minat seorang anak dimulai dari perasaan penasaran (curiosity) yang mendorong anak untuk bereksplorasi. Minat juga merupakan aspek penting dalam hubungan antara orangtua dan anak.

Kantiana menambahkan, anak-anak generasi alpha tumbuh secara berbeda dibandingkan orangtua mereka, sehingga pendekatan yang dilakukan pun perlu disesuaikan dengan kondisi yang ada. Terkait peran orangtua dalam memaksimalkan minat dan potensi generasi alpha, 4 langkah berikut ini perlu diperhatikan:

1. Penuhi kebutuhan nutrisi harian, khususnya yang berperan dalam pembentukan otak anak

2. Berikan stimulus melalui berbagai macam aktivitas, namun jangan memaksakan minat orangtua pada anak. Biarkan anak berproses menemukan minatnya sendiri

3. Ajarkan optimisme dengan menstimulasi dan mendorong anak untuk terus mencoba

4. Berikan apresiasi terhadap usaha anak untuk meningkatkan motivasi dan hindari penilaian.

"Semua hal itu perlu diberikan orangtua untuk anak-anaknya agar anak memunculkan potensi terbaiknya," pungkas Kantiana.

 

2021 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check