Hati-hati, Sleep Apnea Dekat dengan Risiko Kebutaan

Hati-hati, Sleep Apnea Dekat dengan Risiko Kebutaan

23 Oct 2019

Dokterdigital.com - Sleep apnea merupakan kondisi yang bisa dibilang cukup umum, mempengaruhi lebih dari 18 juta orang dewasa di Amerika Serikat. Kondisi ini telah dikaitkan dengan sejumlah masalah kesehatan, seperti hipertensi, penyakit jantung dan masalah suasana hati dan memori. Nah, belakangan ini para peneliti memasukkan kebutaan ke dalam daftar, melengkapi kondisi yang sudah ada.

Sebuah studi baru menemukan bahwa sleep apnea yang parah dapat meningkatkan risiko edema makula diabetik, yang menyebabkan kehilangan penglihatan atau kebutaan. Peneliti dari Taiwan juga menemukan gangguan tidur ini membuat masalah mata lebih sulit diobati pada pasien diabetes.

Orang dengan sleep apnea mengalami pernapasan yang singkat dan berulang kali terganggu selama tidur. Gangguan ini menyebabkan gangguan tidur dan penurunan kadar oksigen darah. Kekurangan oksigen dalam tubuh dapat menyebabkan perubahan pada pembuluh darah yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipertensi, serangan jantung, stroke dan diabetes tipe 2.

Para peneliti mengatakan pada penderita diabetes, efek sleep apnea dapat berkontribusi pada kerusakan pembuluh darah kecil di bagian belakang mata. Kerusakan ini dikenal sebagai retinopati diabetik, yang menyebabkan kebutaan. Studi terkini menyatakan kombinasi diabetes dan sleep apnea dapat memperburuk retinopati diabetik dengan meningkatkan resistensi insulin, peradangan dan tekanan darah. Semua perubahan ini dapat merusak pembuluh darah di mata.

Para peneliti menganalisis data dari semua pasien yang didiagnosis dengan retinopati diabetik di Rumah Sakit Memorial Chang Gung di Taiwan. Tim mengikuti peserta selama delapan tahun untuk melihat perubahan dalam kesehatan dan tidur mereka. Para pasien yang menderita sleep apnea parah mengalami edema makula diabetes yang lebih buruk. Kelompok ini juga membutuhkan lebih banyak perawatan, seperti terapi laser, untuk mengontrol perkembangan masalah pada mata.

Para peneliti berharap temuan mereka akan memandu penyedia layanan kesehatan dalam membuat rencana untuk mengobati sleep apnea pada penderita diabetes untuk membantu menghindari kebutaan.

"Berdasarkan hasil ini, kami berharap bahwa lebih banyak profesional medis akan mendekati apnea tidur sebagai faktor risiko edema makula diabetik," kata ketua peneliti Juifan Chiang. "Ini memungkinkan intervensi medis sebelumnya sehingga pasien dapat mempertahankan lebih banyak penglihatan mereka dan menjaga kesehatan mereka secara keseluruhan."

Para peneliti mempresentasikan studi mereka di Pertemuan Tahunan American Academy of Ophthalmology baru-baru ini.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check