Lagi, Ahli Kesehatan Ingatkan Bahaya Rokok Elektrik

Lagi, Ahli Kesehatan Ingatkan Bahaya Rokok Elektrik

22 Oct 2019

Dokterdigital.com - Korban rokok elektrik yang mengalami kerusakan paru-paru akut rata-rata menimpa pada mereka berusia muda. Bisa dibilang statistiknya mengerikan. Terdapat setidaknya 1.299 kasus cedera paru akut terkait vaping di seluruh Amerika Serikat hingga 10 Oktober 2019. Dari jumlah itu 29 orang diketahui telah meninggal karena penyakit paru terkait vaping alias mengisap rokok elektrik.

"Sangat berisiko terlibat dalam vaping," kata Dr. Maxwell Smith, seorang peneliti di Mayo Clinic di Arizona. Smith merupakan salah satu penulis penelitian yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine pada 2 Oktober 2019. Studi ini menemukan kerusakan paru terkait vaping pada pasien mirip dengan yang terlihat setelah terpapar gas mustard dalam perang kimia selama Perang Dunia I.

Bahan kimia dalam beberapa produk vape terkait dengan penyakit pernapasan. Ada juga alasan kuat untuk curiga vaping dapat menyebabkan kanker atau penyakit kronis lainnya. Lebih buruk lagi, rokok elektrik mungkin menciptakan generasi baru pecandu nikotin setelah puluhan tahun berhasil mengurangi angka merokok di kalangan remaja Amerika.

Pakar kesehatan kini juga bisa memastikan vaping dapat membahayakan perkembangan otak anak muda. "Nikotin (dalam pod vaping) sangat merusak otak remaja, yang belum selesai matang hingga usia 24 atau 25," kata Dr. Rachel Boykan, profesor pediatri klinis di Renaissance School of Medicine di Stony Brook University.

Dia mengatakan nikotin juga dapat menyebabkan kecemasan pada orang muda, dan dapat mengganggu pembelajaran dan mempersingkat rentang perhatian. THC, senyawa dalam ganja yang menghasilkan euforia "tinggi" memiliki efek serupa pada otak yang sedang berkembang, kata Boykan.

Kathee Burke-Gonzalez, anggota dewan kota Hampton Timur, merasa ngeri ketika melakukan penelitian pada vaping beberapa bulan yang lalu dan menekankan rokok elektrik dapat mempengaruhi perkembangan otak. “Sulit untuk percaya bahwa keputusan yang dibuat oleh seorang anak berusia 15 tahun dapat memengaruhi mereka seumur hidup," kata Burke-Gonzalez, yang memiliki anak perempuan berusia 19 tahun dan putra berusia 21 tahun.

Semakin jelas ada kemungkinan beberapa penyebab dari cedera paru-paru vaping karena jenis penyakit yang dialami oleh pengisap rokok elektrik berbeda, kata Dr. Mina Makaryus, ahli paru di Northwell Health. Dia juga mengatakan suhu yang sangat tinggi yang diperlukan untuk memanaskan cairan dapat menyebabkan cedera paru-paru terkait panas.

Penyakit ini menyebar dengan cepat meskipun peringatan berulang dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) dan otoritas kesehatan dan federal lainnya agar anak remaja dan dewasa muda menahan diri dari merokok elektrik sampai ahli kesehatan dapat menentukan bahan yang menyebabkan epidemi mematikan ini.

Perokok elektrik umumnya mengalami kasus cedera paru, berupa peradangan pada jutaan kantung udara di organ napas. Peradangan ini membuat oksigen lebih sulit ditransfer ke sel darah merah, menyebabkan kesulitan bernapas, demikian Medical Daily..

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check