Waspadai Bahaya Mengintai Pemutihan Gigi

Waspadai Bahaya Mengintai Pemutihan Gigi

21 Oct 2019

Dokterdigital.com - Standar kecantikan yang menampilkan gigi putih cemerlang mendorong sejumlah perempuan menempuh segala macam cara untuk meningkatkan tampilan giginya. Ada yang menempuh cara dengan memutihkan gigi dengan ahlinya, namun ada juga yang main gampang dengan membeli strip pemutih gigi yang dijual bebas di pasaran. Gigi kuning umumnya dipicu oleh gaya hidup yang kurang sehat seperti minum kopi, teh, merokok atau gemar konsumsi minuman berwarna.

Sayangnya, ada bahaya mengancam di balik upaya memutihkan gigi yang dilakukan secara serampangan, terutama bila dilakukan di rumah dengan membeli strip secara online atau yang dijual bebas. Produk-produk ini mengandung hidrogen peroksida yang lebih rendah daripada yang digunakan oleh dokter gigi. Penting untuk mengikuti petunjuk pada label.

Sebuah proyek penelitian yang diselesaikan pada 2019 oleh Stockton University di New Jersey menganalisis efek hidrogen peroksida pada lapisan dentin gigi, yang ditemukan di bawah enamel. Sebelumnya, penelitian telah mempelajari bagaimana pemutihan gigi hanya berdampak negatif pada enamel saja. Tetapi penelitian yang lebih baru sedang melangkah lebih jauh dan melihat ke arah melambatnya penyebaran bagian dentin dari gigi yang terbuat dari kolagen. Studi khusus ini berusaha mencari tahu bagaimana tepatnya ini terjadi.

“Yang pertama rusak (akibat pemutihan gigi) adalah kolagen yang tampaknya sangat rentan terhadap hidrogen peroksida. Dan sementara kolagen dapat diganti namun prosesnya berjalan sangat lambat," kata Kelly Keenan, Ph.D., associate professor sains di Stockton University. Ditemukan bahwa hidrogen peroksida memecah kolagen menjadi potongan-potongan yang lebih kecil, yang pada akhirnya menurunkan dan menipiskan nutrisi yang diperlukan dari gigi.

Studi lain yang diterbitkan tahun ini di British Dental Journal menyoroti tiga bahan pemutih gigi bebas resep lainnya, di mana natrium klorit ditemukan sebagai bahan aktif. Selanjunya para peneliti mencatat efek sampingnya: Gigi kehilangan kekuatan dan menjadi lebih lunak, dan meningkatkan kemungkinan abrasi gigi.

British Dental Association (BDA) memperingatkan masyarakat bahwa perusahaan produk pemutih gigi tidak transparan tentang bahan kimia yang mereka gunakan, terlepas dari klaim mereka. Asosiasi telah menyita kit pemutih gigi yang bisa dilakukan sendiri di rumah - yang mengandung lebih dari 33 persen hidrogen peroksida, melebihi batas yang diizinkan untuk produk tersebut.

Kehadiran dokter gigi diperlukan untuk menentukan kadar hidrogen peroksida yang akan diberikan kepada pasien yang hendak memutihkan giginya. Jika tidak, ada efek samping lain juga, seperti penipisan email gigi, kerusakan gusi dalam bentuk lecet atau luka bakar, kerusakan saraf dan infeksi mulut.

“Atau dampak yang paling minimal adalah orang mungkin membuang-buang uang untuk membeli produk pemutih gigi yang dijual bebas di pasaran. Kit pemutih rumahan cenderung memakan waktu lebih lama dan kurang efektif daripada perawatan pemutihan dari dokter gigi," demikian menurut penasihat ilmiah BDA, Damien Walmsley.

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check