Kerap Buang Air Kecil di Malam Hari? Bisa Jadi Pertanda Kondisi Serius

Kerap Buang Air Kecil di Malam Hari? Bisa Jadi Pertanda Kondisi Serius

14 Oct 2019

Dokterdigital.com -  Kerap berkemih di malam hari bukan saja mengganggu kualitas tidur, namun juga mengisyaratkan ada sesuatu yang tidak beres dengan tubuh. Sering buang air kecil di malam hari bisa menjadi tanda kondisi ringan hingga serius. Masalah terbangun beberapa kali di malam hari untuk buang air kecil kerap disebut dengan istilah nokturia.

Nokturia umumnya disebabkan oleh konsumsi kafein atau alkohol yang tinggi dan asupan obat rutin. Memiliki komplikasi yang berkaitan dengan diabetes atau infeksi saluran kemih juga dapat mengganggu tidur karena kandung kemih penuh menuntut untuk segera dikeluarkan.

Nokturia mempengaruhi pria dan wanita. Namun, itu terjadi lebih awal pada wanita sejak usia 30, sementara pria cenderung mulai sering buang air kecil di malam hari di usia 50-an.

Data menunjukkan satu dan tiga orang mengalami nokturia dalam hidup mereka, menurut Marcos Del Rosario-Santiago, seorang ahli urologi di Angkatan Laut Meksiko dan anggota American Urological Association. Gangguan ini biasa terjadi pada orang dengan gaya hidup tidak sehat.

Namun, nokturia juga bisa menjadi tanda kondisi kesehatan yang serius. Del Rosario-Santiago mengatakan kerap berkemih di malam hari bisa terjadi pada orang dengan tumor di kandung kemih, uretra atau prostat, gagal jantung kongestif dan gagal ginjal. "Saya selalu memberi tahu pasien saya bahwa nokturia, bisa menjadi gangguan yang kadang-kadang mengarah ke sesuatu yang lebih serius, yang membutuhkan perawatan lebih serius dan tindak lanjut segera," ujarnya. "Nokturia adalah gejala yang tidak boleh dianggap enteng, jadi selekasnya harus ke dokter."

Del Rosario-Santiago mengatakan banyak orang mengabaikan nokturia. Pasalnya kerap ke kamar mandi untuk berkemih bisa menjadi topik yang memalukan untuk dibahas, bahkan dengan dokter.

Gangguan tidur dapat berdampak negatif pada kualitas hidup seseorang. Kurang tidur yang baik juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami lebih banyak penyakit atau masalah medis, seperti penyakit kardiovaskular dan obesitas.

Del Rosario-Santiago mengutip kasus seorang pasien berusia 64 tahun yang baru-baru ini menyadari bahwa ia telah bangun setidaknya lima kali pada malam hari untuk buang air kecil. Tidur yang terganggu juga menyebabkan perubahan suasana hati dan produktivitasnya di siang hari. Setelah melakukan beberapa tes, pasien didiagnosis dengan sistokel, atau kandung kemih yang jatuh atau prolaps. "Jika mengalami nokturia, saya sarankan menemui ahli urologi tentang gejala sebelum kualitas hidup terpengaruh," tandasnya.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check