Vitamin D Turunkan Risiko Kanker Payudara

Vitamin D Turunkan Risiko Kanker Payudara

14 Oct 2019

Dokterdigital.com - Kanker payudara merupakan masalah kesehatan yang serius di belahan dunia manapun. Bahkan Amerika Serikat tidak imun dengan penyakit ini. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa 41.000 wanita dan 460 pria meninggal karena kanker payudara setiap tahun.

Yang disayangkan, sekitar 75 persen hingga 90 persen kasus kanker payudara sepenuhnya dapat dicegah dengan membuat pilihan gaya hidup yang lebih aman seperti membatasi makanan olahan, mendapatkan sinar matahari alami dan dan konsumsi makanan yang lebih sehat.

Alasan mengapa makanan penting adalah karena kanker merupakan penyakit metabolisme. Ilmuwan meyakini, risiko terkena kanker berkurang secara signifikan oleh metabolisme mitokondria yang tepat, yang mengacu pada kemampuan sel untuk mengubah makanan menjadi energi.

Vitamin D adalah nutrisi penting, yang dibutuhkan untuk berbagai proses tubuh. Paparan sinar matahari mengaktifkan respirasi mitokondria dan meremajakan sel, sehingga secara langsung berdampak pada risiko kanker. Suplemen vitamin D3 direkomendasikan untuk orang-orang yang kekurangan dan tinggal di wilayah yang sinar mataharinya kurang.

Sebuah studi yang dilakukan pada hewan coba menemukan bahwa tikus lebih cenderung mengembangkan kanker payudara jika mereka kekurangan vitamin D. Peningkatan kadar vitamin D dapat dilakukan dengan paparan langsung sinar matahari sebanyak 15 menit tiga kali seminggu, walaupun dengan memakai tabir surya untuk melindungi kulit terhadap sinar UV yang berbahaya. Minyak hati ikan kod, susu, yogurt, salmon, dan makarel adalah beberapa sumber makanan vitamin D.

Untuk menentukan jumlah suplemen vitamin D3 yang perlu dikonsumsi, kita harus terlebih dahulu memeriksa kadar serum vitamin D melalui tes darah sederhana. Parameter yang menunjukkan vitamin D cukup memadai di kisaran 40 hingga 60 ng/mL.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa jika kadar serum 40 ng/mL, risiko kanker akan berkurang sekitar 67 persen, dibandingkan dengan orang dengan kadar serum vitamin D hanya sebesar 20 ng/mL atau kurang. Riset yang diterbitkan pada 2005 mengatakan bahwa wanita yang memiliki vitamin D di atas 60 ng/mL memiliki risiko lebih rendah terkena kanker payudara hingga sebesar 83 persen.

Sebuah studi yang diterbitkan 2018 yang dilakukan oleh Creighton University dan University of California San Diego mengatakan bahwa wanita yang mengonsumsi suplemen vitamin D3 bersama dengan kalsium memiliki risiko lebih rendah terkena kanker sebesar 30 persen. Perbedaan antara kelompok plasebo dan kelompok wanita pascamenopause, 55 tahun ke atas, tidak cukup signifikan.

Namun, 25-hydroxyvitamin D (25 (OH) D, indikator kadar vitamin D dalam darah, tidak terlalu tinggi pada wanita yang didiagnosis dengan kanker selama studi empat tahun. Studi besar lain yang diterbitkan Agustus 2019 oleh British Medical Jurnal telah mengonfirmasi semua studi ini dan mengatakan bahwa kematian akibat kanker berkurang sebesar 16 persen.

“Dalam meta-analisis dari 52 uji coba terkontrol secara acak dengan total 75 454 peserta, suplementasi vitamin D tidak secara signifikan terkait dengan kematian total. Temuan menunjukkan bahwa suplemen vitamin D mengurangi angka kematian akibat kanker sebesar 16% tetapi bukan kematian akibat penyakit kardiovaskular, penyakit serebrovaskular, atau penyakit jantung iskemik," tandas peneliti.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check