7 Makanan untuk Tingkatkan Kesehatan Saluran Cerna

7 Makanan untuk Tingkatkan Kesehatan Saluran Cerna

20 Sep 2019

Dokterdigital.com - Kesehatan saluran cerna perlu dipelihara, mengingat sekitar 80% kekebalan manusia ada di usus. Mikroorganisme yang ada di saluran cerna mendukung berbagai fungsi yang membantu kita tetap sehat dan jauh dari penyakit. Mikroorganisme ini membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengatur suasana hati dan metabolisme, meningkatkan keseimbangan hormon dan menjaga fungsi otak. Usus bahkan kerap disebut sebagai 'otak kedua' dan hubungan antara  usus dan otak memiliki istilah khusus, yaitu gut brain axis.

Merawat mikrobiota usus dengan benar juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung, stroke, dan kanker. Namun, semakin banyak orang di dunia yang mengalami masalah pencernaan. Pada tahun 2018, sebuah penelitian menemukan bahwa hampir 61 persen orang Amerika memiliki setidaknya satu gejala gastrointestinal, termasuk sembelit, sakit perut, diare dan mulas.

Irritable bowel syndrome (IRS) juga masalah lain yang mempengaruhi sejumlah warga dunia, tidak hanya di fungsi sehari-hari orang tidak hanya di Amerika tetapi juga di bagian lain dunia. Perkiraan menunjukkan bahwa 10 hingga 15 persen orang di seluruh dunia sudah mengalami kondisi ini.

Namun kita dapat menghindari masalah saluran cerna dengan memprioritaskan kesehatan usus. Pola makan dalam hal ini memainkan peran penting, khususnya terkait dengan cara kerja mikrobioma usus. Pola makan yang buruk dapat merusak mikroorganisme penting di saluran pencernaan. Sebaliknya makanan sehat dapat membantu meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, dari sistem kekebalan hingga ke otak.

Ada sejumlah makanan yang dipercaya dapat menjaga kesehatan usus dengan lebih baik, antara lain:

1. Kaldu tulang

Kaldu tulang merupakan bagian dari diet paleo. Makanan ini menyediakan asam amino glisin, yang membantu mencegah pertumbuhan berlebih mikroba berbahaya. Kaldu tulang juga dapat mengurangi risiko tukak lambung dan meningkatkan kadar asam lambung. Makanan ini juga mengandung glutamin, yang dikenal untuk mendukung mukosa usus dan penghalang usus.

2. Jahe

Jahe dikenal luas sebagai makanan yang dapat dimanfaatkan dengan segala cara. jahe merangsang produksi asam lambung, membantu mencegah tukak lambung dan meningkatkan pencernaan yang sehat.

3. Kentang

Kentang menyediakan pati resisten - serat tidak larut - yang digunakan bakteri baik untuk menghasilkan energi dan memproduksi sel-sel kekebalan dan melindungi lambung. Sumber pati resisten terbaik adalah kentang yang dimasak dan didinginkan.

4. Kefir

Minuman probiotik yang difermentasi ini terbuat dari ragi, bakteri baik, protein, lipid dan gula yang ditambahkan ke dalam susu atau air. Kefir memberikan manfaat usus dan pencernaan karena sifatnya anti jamur dan antibakteri. Kefir dapat membantu mengurangi efek sembelit dan mengatur respons peradangan sel-sel usus. Kefir juga dapat melawan H. pylori dalam tubuh, yang menyebabkan tukak lambung.

5. Madu

Studi menunjukkan bahwa menambahkan madu mentah ke dalam makanan dapat membantu mengurangi peradangan gastrointestinal, menyembuhkan tukak lambung dan menurunkan peradangan yang berkontribusi terhadap kolitis. Madu juga dapat bekerja untuk mengurangi kadar prostaglandin dalam darah, yang meningkatkan respons peradangan tubuh.

6. Kombucha

Kombucha adalah jenis teh yang difermentasi dengan tambahan bakteri dan ragi. Minuman ini dikenal karena sifat antimikroba yang membantu menyembuhkan tukak lambung.

7. Daging tulang

Mengonsumsi daging yang melekat pada tulang dapat meningkatkan jumlah kolagen, glisin, dan glutamin, yang dapat membantu meningkatkan fungsi pencernaan, suasana hati, dan kesehatan sendi.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check