Generasi Alpha Lebih Cocok dengan Teknik Belajar Progresif, Apakah Itu?

Generasi Alpha Lebih Cocok dengan Teknik Belajar Progresif, Apakah Itu?

20 Sep 2019

Dokterdigital.com - Generasi Alpha bakal menghadapi lebih banyak tantangan dan kesempatan di masa depan. Membesarkan anak Generasi Alpha butuh tantangan tersendiri. Anak-anak yang dilahirkan  di kurun 2010-2025 jelas memiliki pola asuh yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya.

Generasi Alpha lahir dan besar di era teknologi digital tengah berkembang pesat. Oleh karena itu, orangtua perlu mempersiapkan Generasi Alpha dengan baik. Mereka akan jadi warga dunia termasuk menghadapi persaingan yang sengit.

Psikolog amak dan keluarga Rosdiana Setyaningrum mengatakan, sejumlah tantangan yang akan dihadapi Generasi Alpha antara lain menanggung beban ekonomi yang tidak selesai di masa masa sekarang, bersaing dengan robot, harus memiliki pendidikan yang tinggi, dan jutaan lapangan pekerjaan baru yang akan tercipta yang bahkan sekarang belum ada.

Rosdiana menambahkan, akan ada 2,5 juta bayi Generasi Alpha yang lahir setiap minggunya. “Tapi angka ini akan sedikit jumlahnya, karena saat mereka dewasa, akan ada banyak orangtua tidak produktif daripada yang produktif. Ini tentu menjadi tantangan juga bagi Generasi Alpha,” ujar Rosdiana di sela-sela peluncuran S26 Procal Gold di Jakarta, Kamis (19/9)..

Ia menambahkan untuk menyiapkan diri terhadap tantangan itu, Generasi Alpha perlu memiliki kemampuan belajar progresif. Dengan kata lain kemampuan belajarnya terus berkembang. Belajar progresif atau progressive learning adalah cara belajar terbaru yang merupakan pengembangan dari cara belajar konvensional. Cara ini menekankan pada keterlibatan anak dan lingkungan dalam mendidik anak.

Lingkungan seperti sekolah, merupakan lingkungan yang juga menjadi peran besar dalam belajar progresif. "Sekolah menggunakan cara belajar seperti kombinasi antara teamwork dan critical thinking namun juga bekerja secara mandiri," ujarnya.

Generasi Alpha diharapkan mampu menjadi generasi berkualitas dan memenangkan persaingan dengan sejumlah poin berikut:

1. Ekplorasi
Anak akan menjelajahi minat bakat dengan cara belajar hal-hal baru di lingkungan sekolah, rumah maupun lingkungan bermainnya.

2. Berpikir kritis
Anak yang penasaran dengan hal-hal baru akan belajar dengan cara bertanya dan berpikir kritis  untuk menyelesaikan suatu masalah.

3. Jiwa kepemimpinan
anak akan menjadi seorang pelopor dan memberi inspirasi dari diri sendiri lalu kelompoknya.

4. Empati
Anak akan memahami kebutuhan orang lain dan mampu menciptakan sebuah solusi yang baik bagi lingkungannya.

Selain menstimulasi dengan belajar progresif, membesarkan Generasi Alpha yang berkualitas perlu didukung oleh asupan gizi yang baik, yang dimulai sejak awal tahap kehidupannya.

Di kesempatan yang sama dokter spesialis anak konsultan Attila Dewanti mengungkapkan peran gizi sangatlah penting untuk mendukung kemampuan belajar progresif anak yang lahir sebagai Generasi Alpha. “Ketika anak mendapatkan pengalaman baru dari proses belajar, akan terjadi pembentukan sirkuit baru pada otak mereka, sehingga luas sirkuit yang awalnya terbatas kini menjadi lebih luas,” ujarnya.

Ilmuwan sekaligus pemimpin dari Center of Nutrition Learning and memory di University Illinois menjelaskan bahwa nutrisi otak bagi anak memiliki peranan yang besar dalam membangun koneksi saraf otak, menjaga keterhubungan sinyal otak hingga menyempurnakan struktur sel. Dengan kata lain apabila otak anak mendapatkan nutrisi yang baik sejak dini, maka potensinya memiliki otak yang cerdas dan sehat di masa depan pun akan semakin besar.

Atilla menambahkan, asupan makanan dengan kandungan asam lemak esensial seperti asam linoleat berguna untuk pembentukan membran sel otak. Asam lemak esensial tidak bisa dihasilkan oleh tubuh sehingga harus diperoleh dari sumber makanan. "Anak juga memerlukan kolin yang merupakan komponen penting untuk fungsi otak sinaps serta zat besi yang bisa mengoptimalkan metabolisme sel otak anak,” ujarnya.

Makanan yang mengandung bahan-bahan untuk menunjang kinerja otak salah satunya adalah susu. Selain menyajikan menu gizi seimbang, Attila menyarankan agar para orangtua memberikan susu sebagai bagian menu sehat harian untuk anak.

 

Logo Artikel
Artikel Terkait

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check