Hubungan Unik Diare dan Kegemukan

Hubungan Unik Diare dan Kegemukan

20 Sep 2019

Dokterdigital.com - "Kalau mau kurus, sakit diare saja..." Sekilas guyonan itu konyol. Orang berasumsi dengan diare berarti keluar banyak cairan sehingga diharapkan tubuh lebih kurus. Namun baru-baru ini para peneliti menemukan hubungan mengejutkan antara diare dan obesitas. Orang-orang dengan indeks massa tubuh yang lebih tinggi (BMI) muncul pada risiko yang lebih tinggi terkait dengan kebiasaan buang air besar yang abnormal, yang dapat mempengaruhi perawatan dan kualitas hidup mereka.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa epidemi obesitas saat ini di AS memengaruhi hampir 40 persen populasi. Studi baru menunjukkan sejumlah besar kelompok itu mungkin mengalami diare kronis.

Para peneliti dari Beth Israel Deaconess Medical Center (BIDMC) mengatakan ada kemungkinan 60 persen orang gemuk memiliki kebiasaan buang air besar yang tidak normal. Tim tersebut mencatat hubungan kuat antara obesitas dan diare kronis yang tetap ada setelah memperhitungkan pola makan, gaya hidup, faktor psikologis, dan kondisi medis seseorang.

"Penelitian kami mengonfirmasi hubungan positif antara obesitas dan diare kronis dan mengungkapkan untuk pertama kalinya bahwa hubungan ini tidak didorong oleh faktor pembaur seperti diet atau tingkat aktivitas fisik," kata Sarah Ballou, penulis studi dan psikolog kesehatan di BIDMC.

Para peneliti menganalisis data pada 5.126 orang, berusia 20 dan usia di atasnya yang berpartisipasi dalam Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional (NHANES). CDC meluncurkan proyek untuk menganalisis status kesehatan dan gizi anak-anak dan orang dewasa di AS.

Untuk penelitian ini, Ballou dan rekan-rekannya memilih peserta yang tidak mengalami sindrom iritasi usus, penyakit seliaka atau kanker usus besar. Mereka kemudian menganalisis kebiasaan buang air besar dari orang dengan BMI yang dianggap kurang (kurus), berat badan normal, kelebihan berat badan, obesitas atau sangat gemuk.

Studi yang dipublikasikan dalam Alimentary Pharmacology & Therapeutics, menyatakan orang gemuk lebih mungkin mengalami diare kronis yang berpotensi disebabkan oleh peradangan kronis tingkat rendah. Namun, para peneliti mencatat bahwa mereka belum sepenuhnya memahami bagaimana obesitas berkontribusi pada kebiasaan buang air besar yang tidak normal.

Tetapi tim berharap temuan mereka akan memandu dokter dalam meningkatkan pendekatan terhadap orang dengan obesitas dan diare. "Perawatan obesitas dan kondisi medis terkait obesitas memerlukan manajemen multidisiplin," ujar Anthony Lembo, penulis studi senior dan ahli gastroenterologi di BIDMC. "Dokter harus menyadari hubungan antara obesitas dan diare, terutama mengingat potensi dampak negatif yang dapat mengubah kebiasaan buang air besar pada kualitas hidup."

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check