Ilmuwan Ungkap Mekanisme Sel Kanker Tidak Mati karena Kemoterapi

Ilmuwan Ungkap Mekanisme Sel Kanker Tidak Mati karena Kemoterapi

19 Sep 2019

Dokterdigital.com - Tak semua sel kanker mati meski telah dilakukan kemoterapi. Ternyata sel-sel kanker ini cerdik. Kanibalisme di antara sel-sel kanker adalah salah satu penyebab utama resistensi kemoterapi.

Resistensi, yang terjadi ketika kanker yang merespons kemo tiba-tiba mulai tumbuh, biasanya terkait dengan produksi masif sel kanker pompa p-glikoprotein, amplifikasi gen dan perbaikan kerusakan DNA yang disebabkan oleh beberapa obat antikanker seperti doxorubicin. Kanibalisme memang ada dan meski jarang, menambah beban penyembuhan atau mitigasi kanker melalui kemoterapi.

Sebuah studi baru dari Tulane University menunjukkan beberapa sel kanker bertahan terhadap kemoterapi dengan 'melahap' sel tumor tetangga dalam upaya kejam untuk menahan kemoterapi. Kanibalisme seluler ini dianggap memberi sel kanker predatori energi yang mereka butuhkan untuk tetap hidup. Ini juga memungkinkan mereka untuk memulai kekambuhan tumor setelah perawatan kemoterapi selesai.

Obat kemoterapi, di antaranya doxorubicin, membunuh sel kanker dengan merusak DNA mereka. Sayangnya, sel-sel kanker yang bertahan dari pengobatan awal menimbulkan kekambuhan tumor. Ini merupakan masalah yang sangat sulit pada kanker payudara yang mempertahankan salinan gen normal yang disebut TP53. Protein ini bertindak sebagai penekan tumor. Dengan kondisi ini berarti mengatur pembelahan sel dengan menjaga sel agar tidak tumbuh dan berkembang biak terlalu cepat atau dengan cara yang tidak terkontrol.

Beberapa sel kanker biasanya berhenti berkembang biak dan memasuki keadaan tidak aktif tetapi secara metabolik aktif - dikenal sebagai penuaan, alih-alih mati karena kerusakan DNA yang diinduksi kemoterapi. Sel kanker tua juga menghasilkan sejumlah besar molekul inflamasi (peradangan) dan faktor lain yang dapat meningkatkan pertumbuhan tumor.

Pasien kanker payudara yang diobati kemoterapi dengan gen TP53 normal menjadi cenderung kambuh dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang buruk. "Memahami sifat-sifat sel kanker tua yang memungkinkan kelangsungan hidup mereka setelah perawatan kemoterapi sangat penting," kata Crystal A. Tonnessen-Murray, seorang peneliti pasca doktoral di laboratorium James G. Jackson di Fakultas Kedokteran Universitas Tulane, yang memimpin penelitian.

Timnya juga menemukan bahwa sel-sel kanker payudara tua sering 'menelan' sel-sel kanker tetangga setelah terpapar doxorubicin atau obat kemoterapi lainnya. Para peneliti mengamati perilaku mengejutkan ini dalam sel kanker yang tumbuh di laboratorium dan juga pada tumor yang tumbuh pada tikus. Mereka juga menemukan bahwa sel-sel kanker paru-paru dan tulang juga mampu 'menelan' sel tetangga setelah menua.

Tonnessen-Murray dan rekan-rekannya menemukan bahwa sel-sel kanker tua mengaktifkan sekelompok gen, yang biasanya aktif dalam sel darah putih, yang menelan mikroba atau puing seluler. Mereka melihat bahwa setelah "memakan" sel-sel kanker tetangga mereka, sel-sel kanker tua mencernanya dengan mengirimkannya ke lisosom, yang merupakan struktur seluler asam yang sangat aktif dalam sel-sel tua.

Tetapi temuan yang paling penting adalah bahwa proses ini membantu sel kanker tua tetap hidup. Sel-sel kanker tua yang 'menelan' sel-sel tetangga bertahan dalam kultur lebih lama dari sel-sel kanker tua yang tidak melahap sel tetangga.(DD)

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check