Ilmuwan Temukan Obat Baru Pencegah Kerontokan Rambut Akibat Kemo

Ilmuwan Temukan Obat Baru Pencegah Kerontokan Rambut Akibat Kemo

17 Sep 2019

Dokterdigital.com - Kemoterapi diketahui menyebabkan kerontokan rambut pada pasien. Efek samping ini dapat bersifat permanen dan mempengaruhi harga diri dan kualitas hidup pasien kanker.

Sebuah studi baru, yang diterbitkan dalam jurnal EMBO Molecular Medicine, menemukan obat potensial yang dapat mencegah jenis kerontokan rambut akibat kemo. Obat ini mencegah agen kemoterapi, taxanes, merusak folikel rambut.

Para peneliti mengatakan 8 persen pasien kanker cenderung menghindari kemoterapi karena takut mengalami kebotakan alias alopecia, demikian dilaporkan Medical News Today. Selama terapi, taxane merusak relung sel di dasar folikel rambut, yang berperan dalam produksi rambut.

Para peneliti mengatakan kelas obat - yang disebut inhibitor CDK4/6 - dapat membantu memblokir efek agen kemoterapi pada rambut. Obat-obatan tersebut bekerja dengan dua taksa umum, paclitaxel dan docetaxel, yang biasa digunakan dokter untuk tumor padat di payudara dan paru-paru.

Dalam tes laboratorium, paclitaxel dan docetaxel awalnya menyebabkan kerusakan signifikan pada proses pembelahan sel yang menyebabkan kematian sel dalam sel folikel. Kerusakan ini menghentikan produksi rambut. Tetapi ketika para peneliti menerapkan palbociclib, penghambat CDK4/6, sebelum memberikan taxanes, rambut terus tumbuh. Obat itu juga tidak menimbulkan efek negatif atau perubahan yang tidak diinginkan.

Tim menguji obat dan agen kemoterapi pada folikel rambut dari kulit kepala pasien yang menyetujui memakai terapi ini. "Ketika kami memandikan folikel rambut kulit kepala manusia yang dikultur di dalam penghambat CDK4/6, folikel rambut jauh lebih rentan terhadap efek merusak dari taxanes," kata Talveen Purba, ketua peneliti dan rekan peneliti di University of Manchester di Inggris.

Purba dan timnya berharap bahwa temuan mereka akan memandu pengembangan perawatan kulit baru yang dapat digunakan pada pasien sebelum kemoterapi untuk mencegah kerontokan rambut. Para peneliti menambahkan perawatan potensial juga dapat mendukung pertumbuhan rambut di tempat lain, termasuk alis, jenggot dan rambut kemaluan.

Namun, studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami rambut rontok pada pasien kanker. Para peneliti juga ingin menentukan apakah mungkin untuk regenerasi folikel rambut pada orang yang telah kehilangan rambutnya secara permanen karena kemoterapi.

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check