Soda Bebas Gula Terkait dengan Naiknya Risiko Kematian

Soda Bebas Gula Terkait dengan Naiknya Risiko Kematian

11 Sep 2019

Dokterdigital.com - Minuman ringan bergula dan bebas gula keduanya dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih tinggi, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of American Medical Association.

Penelitian yang melibatkan hampir 452.000 orang, secara efektif 'menghancurkan' harapan sejumlah orang yang mengonsumsi soda bebas gula atau soda diet yang awalnya dianggap  lebih aman ketimbang soda yang mengandung gula. Hal ini terlihat pada konsumsi minuman ringan yang mengandung gula atau diberikan pemanis bukan gula pada orang-orang dari 10 negara berbeda di Eropa (Perancis, Jerman, Yunani, Italia, Denmark, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia dan Inggris) dan pengaruhnya terhadap kematian.

Studi ini menemukan orang-orang yang minum dua gelas atau lebih baik minuman ringan yang diberi pemanis buatan atau yang dimaniskan dengan gula per hari memiliki risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang minum satu atau kurang dari satu gelas per hari.

Apa yang paling menarik tentang penelitian ini adalah temuan bahwa penyebab kematian berbeda antara orang-orang yang mengonsumsi minuman ringan yang dimaniskan dengan mereka yang mengonsumsi minuman yang diberi pemanis buatan. Orang yang minum soda manis lebih cenderung meninggal akibat masalah pencernaan, termasuk penyakit pada hati, pankreas, usus buntu dan usus.

Di sisi lain, orang yang mengonsumsi minuman yang diberikan pemanis buatan lebih mungkin meninggal akibat penyakit peredaran darah seperti penyakit arteri koroner. Penyakit jantung ini terjadi karena penyempitan atau penyumbatan arteri koroner, biasanya disebabkan oleh aterosklerosis.

Aterosklerosis adalah penumpukan deposit kolesterol dan lemak (atau plak) di dinding bagian dalam arteri.

"Selama bertahun-tahun orang telah minum minuman yang diberikan pemanis buatan, berpikir mereka tidak akan memiliki konsekuensi," kata Liz Weinandy, seorang ahli diet terdaftar di The Ohio State University Wexner Medical Center. “Tetapi ada sejumlah penyakit dimana peminum soda berisiko lebih tinggi. Terlepas dari apakah soda itu menggunakan pemanis buatan atau gula biasa, tampaknya ada konsekuensi kesehatan yang negatif dengan salah satunya. "

Weinandy menekankan bahwa gula tidak baik untuk orang ketika dikonsumsi dalam jumlah besar. Bukti sudah banyak bertebaran. Gula meningkatkan peradangan dalam tubuh dan hal ini mengarah ke seluruh kondisi kesehatan. "Tetapi pengganti gula tidak bebas risiko. Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa pemanis yang menggantikan gula juga memiliki pengaruh negatif terhadap kesehatan kita," ujarnya.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check