Inilah Alasan Gampang Gemuk Meski Diet dan Olahraga

Inilah Alasan Gampang Gemuk Meski Diet dan Olahraga

30 Aug 2019

Dokterdigital.com - Coba perhatikan: Orang-orang modern cenderung lebih berat - bahkan dua kali lipat- dibandingkan dengan para kakek atau nenek di usia yang sama, padahal sudah mengatur pola makan dan olahraga. Apa yang salah? Sebuah penelitian pada 2015 menemukan bahwa generasi saat ini 10 persen lebih dari pendahulunya.

Kok bisa? "Alasan mengapa lebih mudah bagi orang untuk menjadi kurus pada 1980-an, menurut para peneliti, adalah karena beberapa faktor tersembunyi yang mungkin tidak kita perhitungkan," kata Olga Khazan, staf penulis di The Atlantic.

Dia menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti bahan kimia, obat-obatan dan mikrobioma adalah penyebab utama mengapa orang sekarang lebih gemuk daripada orang-orang di masa lalu. Bahan kimia dapat ditemukan hampir di setiap sudut dan segala hal yang mengelilingi kita. Bahan kimia flame retardants digunakan untuk mempercantik furnitur, pestisida untuk mengolah sayuran, aditif untuk memperpanjang usia simpan makanan, juga bahan kimia pada plastik.

Menurut Khazan, bahan kimia ini sebenarnya bisa mengubah cara tubuh membakar energi atau menyimpan lemak. "Bisa jadi membuat perbedaan kecil tapi bermakna," tambahnya.

Obat-obatan seperti antidepresan yang diresepkan secara luas kepada orang-orang untuk mengelola kondisi medis yang serius adalah penyebab lain. Ini dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak diinginkan pada orang-orang yang menjalani pengobatan. "Beberapa dari obat ini membuat kita lebih mudah lapar dan makan lebih banyak, tetapi ada juga kemungkinan obat itu mempengaruhi tubuh dengan cara yang sama, yaitu mengubah cara tubuh membakar energi, dan bisa menjadi mengarah ke retensi berat badan," jelas Khazan.

Faktor berikutnya adalah mikrobioma. “Mikrobioma adalah organisme, virus, jamur, bakteri apa pun yang hidup di dalam atau di inang manusia. Mikrobioma yang paling melimpah sebenarnya ada di saluran cerna sehingga ketika kita berbicara tentang mikrobioma manusia, kebanyakan dari kita berbicara tentang mikroba saluran cerna," kata Dr. Rutchi Mathur, seorang ahli endokrinologi dan profesor kedokteran di Cedars-Sinai Medical Center.

Kehadiran mikroba dalam usus mempengaruhi berat badan. Mereka memecah serat dan mengubahnya menjadi energi, sehingga mengatur nafsu makan. Namun, diet ala Barat yang rendah serat dan tinggi lemak menghambat bakteri baik melakukan tugasnya. Jadi mengatur pola makan dan olahraga saja rupanya tidak cukup agar bisa tetap langsing ya?

 

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check