Serba Serbi Infeksi Saluran Kemih, Begini Solusinya

Serba Serbi Infeksi Saluran Kemih, Begini Solusinya

13 Aug 2019

Dokterdigital.com - Pernah merasakan terkena infeksi saluran kemih (ISK)? Rasanya tak tertahankan dan menyiksa. Infeksi saluran kemih mempengaruhi sistem saluran kemih yang membantu menghilangkan limbah dan kelebihan air dari tubuh. Kondisi ini dapat berkembang pada ginjal, ureter, kandung kemih atau uretra.

Kita bisa tertular ISK ketika bakteri memasuki saluran kemih dan menyebar. Dalam beberapa kasus, infeksi menyebar ke ginjal dan menyebabkan lebih banyak masalah kesehatan.

Gejala ISK yang paling umum adalah sering buang air kecil, sensasi terbakar ketika buang air kecil dan ketidaknyamanan di perut bagian bawah. Penderita ISK juga bisa mengeluarkan urine yang berbau busuk, berwarna merah muda atau kemerahan.

Infeksi saluran kemih mempengaruhi lebih banyak wanita daripada pria. Departemen Kesehatan & Layanan Kemanusiaan AS (HHS) menjelaskan bahwa wanita memiliki risiko lebih tinggi karena uretra mereka yang lebih pendek, yang memberi bakteri akses lebih mudah dan lebih cepat ke kandung kemih.

Sebuah studi tahun 2013 menunjukkan bahwa wanita memiliki peluang delapan kali lebih tinggi untuk mengalami ISK daripada pria. Tetapi gender bukan satu-satunya faktor yang dapat meningkatkan risiko tertular infeksi.

Apa sajakah penyebab ISK? Berikut beberapa di antaranya:

1. Kebersihan yang tidak terjaga

Perawatan tubuh memainkan peran penting dalam menghindari ISK. Untuk anak perempuan, selalu bersihkan organ intim dari depan ke belakang untuk mencegah bakteri memberikan dampak negatif pada vagina. Jangan menahan keinginen berkemih. Begitu dorongan berkemih datang, segerakan. Tindakan ini bisa membantu menghambat pertumbuhan bakteri di kandung kemih.

2. Hubungan seks

Terlalu banyak melakukan hubungan seksual dapat meningkatkan risiko ISK. Aktivitas semacam itu membuat tubuh terpapar bakteri dan membiarkannya berpindah dari anus dan alat kelamin ke saluran kemih. Buang air kecil setelah berhubungan seks dapat membantu membersihkan kandung kemih.

3. Menggunakan kondom

Ya, ada kalanya perlindungan tidak akan memberikan perlindungan optimal, terutama menyangkut ISK. Kondom, diafragma, dan metode penghalang lainnya telah dikaitkan dengan tingkat kejadian ISK, terutama pada wanita yang berusaha menghindari kontrasepsi hormonal.

4. Kehamilan

Kehamilan memungkinkan bakteri untuk mencapai ginjal lebih mudah karena perubahan pada panggul dan uretra. Jika tidak diobati, ibu dan bayinya berisiko mengalami masalah kesehatan serius karena ISK.

Bagaimana mengatasi ISK?

Dokter umumnya merekomendasikan minum antibiotik untuk mengobati ISK. Namun, obat ini diketahui menyebabkan efek samping. Tetapi ada solusi alami untuk infeksi tersebut: Untuk mengurangi rasa tidak nyaman dan mencegah ISK terulang, kurangi asupan gula karena bahan umum ini bersifat memicu peradangan dan dapat membuat infeksi menjadi lebih buruk.

Cara lain adalah dengan menambahkan probiotik atau makanan fermentasi ke dalam makanan harian. Alasannya, probiotik menyediakan bakteri baik yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri merugikan - yang dapat memicu ISK. Makanan sehat ini termasuk yogurt susu murni organik, asinan kubis, cuka sari apel, dan kombucha. Selain itu, minumlah lebih banyak air untuk membantu menghilangkan racun dari tubuh. (DD)

 

 

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check