Ratus Vagina Tak Disarankan, Ini Alasannya

Ratus Vagina Tak Disarankan, Ini Alasannya

13 Aug 2019

Dokterdigital.com - Mengasapi vagina (vaginal steaming) dipercaya memiliki sejumlah manfaat. Praktik ini, di Indonesian dikenal sebagai ratus vagina, telah dijalankan secara turun temurun dan diyakini memiliki manfaat bagi organ intim. Namun praktik ini dinilai berbahaya. Sebuah studi baru menyoroti kisah seorang wanita dari Kanada yang mengalami cedera serius setelah mencoba perawatan ini.

Ratus vagina mulai mendapatkan popularitas di Amerika Serikat dan belahan dunia lain setelah sejumlah selebriti mempromosikannya sebagai perawatan kesehatan. Gwyneth Paltrow sebelumnya merekomendasikan menggunakan pendekatan perawatan organ intim ini melalui merek kesehatan selebriti Goop, diikuti oleh model Chrissy Teigen, yang memposting di Instagram foto saat dia mendapatkan perawatan uap panas.

Beberapa wanita mengklaim bahwa praktik perawatan uap panas pada vagina dapat membantu membersihkan rahim, mengurangi kram, meningkatkan energi juga mengurangi aroma tak sedap di area vagina. Sayangnya klaim ini tidak memiliki bukti ilmiah untuk mendukungnya.

Di Indonesia, ratus vagina merupakan perawatan vagina tradisional, dilakukan dengan cara pengasapan langsung di organ intim dari hasil pembakaran ramuan berbagai rempah alami. Untuk melakukan ratus vagina, wanita duduk di atas kursi khusus yang bagian tengahnya telah dilubangi sebagai jalur masuk asap. Setelah itu, panci tanah yang sudah berisi air rebusan ramuan ratus diletakkan di bawahnya. Uap yang dihasilkan akan mengasapi daerah vagina.

Ramuan air rebusan ratus pada umumnya terkandung dari kayu secang, kunyit, bunga mawar, temu lawak, pala, hingga akar wangi. Kombinasi dari semua rempah alami ini yang dipadukan dengan uap hangat, melebarkan pembuluh darah, meningkatkan sirkulasi darah, dan merelaksasi otot-otot panggul.

Sayangnya, uap panas ini dapat menyebabkan luka bakar pada organ intim apabila cara melakukannya kurang tepat. Sebuah kasus baru-baru ini dari seorang wanita berusia 62 tahun menunjukkan efek negatif dari penguapan vagina. Para ahli melaporkan kasus ini di Journal of Obstetrics and Gynecology Canada. Pasien yang tidak disebutkan namanya dilaporkan mencoba pengobatan untuk prolaps vagina. Sebelum kejadian, seorang dokter merekomendasikan agar ia dioperasi.

Tetapi wanita itu mengikuti saran dari dokter tradisional Cina yang mengatakan memasukkan uap panas ke dalam vaginanya akan membantunya memperbaiki kondisinya.

Meskipun penggunaan alat penguapan vagina semakin meningkat,  namun hanya sedikit atau bahkan tidak ada penelitian yang dilakukan untuk mengeksplorasi bagaimana praktik ini dapat mempengaruhi tubuh. Beberapa penggemar ratus vagina mengklaim perawatan ini membantu mengencangkan vagina.

Tetapi banyak ahli telah memperingatkan tentang kemungkinan dampak buruknya. Dalam kasus wanita Kanada, penguapan vagina menyebabkan luka bakar tingkat dua pada lapisan serviks dan vaginanya. Sebelum tragedi organ intim terbakar, si wanita ini mencoba aliran uap panas selama 20 menit setiap hari selama beberapa hari setelah mendapatkan saran dari dokter tradisional Cina. Beberapa hari setelah memulai perawatan, dia mulai melihat keluarnya darah dari vaginanya.

Dokter merekomendasikan agar dia mengoleskan salep antibiotik ke area yang sakit dan menutupinya dengan kain kasa untuk perawatan awal.

Para ahli tak menyarankan ratus atau penguapan vagina dengan alasan untuk menjaga kesehatan organ intim. Alasannya, menggunakan uap dapat mengganggu lingkungan normal di vagina. Selain itu, ratus vagina mungkin tak diperlukan karena vagina memiliki mekanisme untuk membersihkan sendiri, demikian Medical Daily. (DD)

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check