Inilah yang Mungkin Terjadi Jika Lama Menahan BAB

Inilah yang Mungkin Terjadi Jika Lama Menahan BAB

01 Aug 2019

Dokterdigital.com - Apa yang terjadi maka terjadilah. Apa yang masuk, harus keluar. Inilah yang seharusnya terjadi. Jadi, ketika manusia terus makan tetapi tidak buang air besar (BAB), ada kemungkinan dapat mengalami berbagai masalah kesehatan.

Ian Lustbader dari Universitas New York Langone Health menyatakan bahwa akan muncul masalah jika manusia tiba-tiba berhenti buang air besar. Faktanya, jika tidak ada yang keluar, ada sejumlah hal yang akan terjadi:

1. Retensi tinja

Jika sengaja menahan buang air besar selama berhari-hari, tindakan ini akan merusak cara sistem pencernaan bekerja, atau dikenal sebagai motilitas usus. Selain itu, jika manusia tiba-tiba berhenti buang air besar, usus besar mungkin dalam bahaya. Perut akan membuncit dan Anda dapat memperoleh kondisi yang dikenal sebagai megakolon, yang membuahkan tinja yang kian mengeras dan ujungnya usus bisa pecah. Usus besar bahkan dapat mengembang hingga mencapai tulang rusuk.

Sebuah buku tentang gangguan pencernaan menunjukkan sinar-X perut seseorang yang menderita sindrom retensi feses fungsional. BAB yang dilakukan orang tersebut adalah sekitar satu tahun silam. Sindroma ini sering diamati pada anak-anak. Para ahli medis mengklaim bahwa menahan BAB terjadi karena beberapa dari mereka mungkin takut buang air besar, mungkin karena trauma BAB yang menyakitkan. Namun demikian, mereka yang dengan sadar menghindari aktivitas ini akan mengencangkan otot-otot panggul dan bokong mereka setiap kali mereka merasa perlu untuk BAB.

2. Perlambatan usus besar

Menahan BAB pada akhirnya dapat merusak mekanisme umpan balik yang bertanggung jawab untuk membiarkan usus bergerak dengan lancar. Mungkin ada saat-saat ketika tinja cair dapat melewati massa besar dari tinja padat, tetapi jika terus ditahan maka tinja akan makin mengeras dan sulit dikeluarkan.

"Jika terus-menerus menekan kebutuhan untuk buang air besar, Anda menghadapi risiko perubahan motilitas usus di masa depan, atau mungkin membutuhkan obat pencahar atau hal-hal lain untuk merangsang usus agar bekerja kembali," kata Lustbader.

Bahkan jika tidak mengonsumsi makanan, masih ada kemungkinan besar bahwa feses diproduksi karena lapisan usus masih menghasilkan cairan dan lendir.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check