Akses Pasien terhadap Pengobatan Inovatif Masih Terbatas

Akses Pasien terhadap Pengobatan Inovatif Masih Terbatas

26 Jul 2019

Dokterdigital.com - Akses terhadap pengobatan inovatif masih menjadi tantangan bagi pasien yang mengandalkan belanja obat secara mandiri, bahkan bagi masyarakat konsumen di kelas menengah yang memilliki potensi mendapatkan akses terhadap pengobatan berkualitas tinggi. Sejumlah pakar industri kesehatan meyakini bahwa peningkatan kemampuan membayar dan dukungan untuk pasien dalam mengakses obat-obatan inovatif merupakan faktor utama yang mendorong kualitas pengobatan yang efektif di Indonesia.

Data Bank Dunia menyebut, belanja kesehatan per kapita masyarakat Indonesia pada 2016 sebesar Rp1,6 juta - tercatat yang terendah di ASEAN – sebagai dampak dari terbatasnya akses pada obat-obatan berkualitas tinggi. Sementara, populasi konsumen kelas menengah di Indonesia, yang tumbuh 3% pada tahun 2017 diperkirakan mencapai 85 juta orang pada 2020 dengan tingkat pertumbuhan konsumen baru yang tinggi sebesar 5 juta konsumen baru setiap tahunnya di kawasan perkotaan.

Data yang dirilis BPJS Kesehatan pada Mei 2019 menyebut, Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan dampak positif bagi lebih dari 221 juta orang, atau meningkat dari 208 juta pada 2018. Ditambah dengan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia, tercipta peluang untuk terus mengembangkan akses pengobatan modern dan berkualitas tinggi di Indonesia.

Chairman of International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) Jorge Wagner mengataka iIndustri kesehatan – asuransi swasta, perusahaan farmasi, bank/institusi keuangan/fintech, rumah sakit dan farmasi – memiliki peran penting untuk mendukung pemerintah dan khususnya pasien dalam mengembangkan solusi inovatif terhadap akses obat-obatan dan dalam menciptakan skema pembiayaan alternatif untuk mengurangi beban dalam sistem layanan kesehatan Indonesia.

"Penting untuk bersama-sama membangun mekanisme yang memudahkan akses terhadap obat-obatan berkualitas tinggi dan inovatif di Indonesia melalui pengembangan skema-skema yang praktis dan kreatif untuk memberikan solusi dalam memenuhi kebutuhan medis yang belum terpenuhi di Indonesia,” kata Jorge dalam acara Healthcare Access Summit 2019, yang diselenggarakan oleh AmCham bersama dengan Pfizer Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.

Jorge menambahkan, model akses dan pembiayaan yang inovatif contohnya pembiayaan mikro (microfinancing), pembayaran cicilan melalui akses digital, platform layanan kesehatan, dan produk asuransi swasta khusus untuk penyakit kronis, dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan membantu kemampuan membayar pasien.

Country Manager Pfizer Indonesia & Cluster Lead for Indonesia, Singapore & Malaysia, Anil Argilla menambahkan, bertumbuhnya populasi kelas menengah memberikan peluang untuk menciptakan solusi pengobatan inovatif bagi pasien di Indonesia, selain upaya yang telah dilaksanakan pemerintah selama ini dalam meningkatkan akses untuk masyarakat yang lebih luas melalui JKN.

Simposium ini dihadiri oleh para pemimpin perusahaan dari asuransi swasta, bank/jasa keuangan berbasis teknologi, rumah sakit dan institusi kesehatan lainnya, kelompok pasien, perwakilan kementerian, perwakilan pemerintah, dan organisasi profesi kesehatan terkait di Indonesia serta menghadirkan para pakar terkemuka di bidang akses dan pembiayaan dari negara-negara ASEAN.

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check