Denyut di Leher Kencang, Bisa Jadi Gangguan Jantung

Denyut di Leher Kencang, Bisa Jadi Gangguan Jantung

12 Feb 2019

Dokterdigital.com - Seorang wanita 33 tahun di Kanada yang memiliki denyut besar dan abnormal yang terlihat jelas di lehernya akhirnya membutuhkan operasi untuk memerangi infeksi bakteri di jantungnya.

Denyut itu diamati sembari perempuan itu dievaluasi untuk melihat apakah ia membutuhkan katup jantung pengganti.

Denyut abnormal semacam itu sebenarnya umum, dan disebabkan oleh masalah jantung yang dikenal sebagai regurgitasi trikuspid, kata Dr Juan Crestanello, seorang ahli bedah jantung dan asisten profesor bedah di Ohio State University Wexner Medical Center, yang tidak terlibat dalam perawatan wanita tersebut.

Biasanya, dengan mengalirnya darah dari atrium kanan (ruang atas jantung) ke dalam ventrikel kanan (ruang bawah jantung), katup antara dua kamar, yang disebut katup trikuspid, akan mencegah darah mengalir kembali.

"Katup di dalam jantung itu seperti pintu, yang memungkinkan darah mengalir hanya dalam satu arah,” kata Crestanello.

Tetapi jika katup trikuspid rusak, sejumlah darah bisa bocor dari ventrikel kanan kembali ke atrium kanan, menyebabkan regurgitasi trikuspid. Hal ini menyebabkan atrium kanan lebih membesar, dan dapat mengubah tekanan dalam pembuluh darah di dekatnya, yang berpotensi menyebabkan denyut normal terlihat pada pembuluh darah leher, menurut American Heart Association.

Seringkali, orang dengan kondisi ini memiliki peradangan katup jantung, atau endokarditis, yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Wanita dalam laporan itu sebelumnya telah didiagnosis dengan infeksi Staphylococcus aureus yang resisten terhadap methicillin (MRSA) di katup jantung. Wanita itu memerlukan operasi untuk katup jantung yang baru, dan ia berhasil pulih.

Crestanello mengatakan ia melihat sekitar 10 sampai 15 pasien per tahun dengan regurgitasi trikuspid, tapi ia hanya merawat pasien yang membutuhkan operasi. Dia menambahkan, beberapa pasien dapat diobati dengan antibiotik, dan tidak memerlukan operasi.

Laporan dari para peneliti di University of Saskatchewan diterbitkan di New England Journal of Medicine.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check