Akibat Flu, Anak 9 Tahun Meninggal

Akibat Flu, Anak 9 Tahun Meninggal

18 Jul 2019

Dokterdigital.com - Umumnya kita menganggap remeh flu biasa. Kondisi yang disebabkan oleh infeksi virus di saluran napas bagian atas ini mestinya tidak berbahaya, ditandai dengan batuk, pilek, bersin, demam, dan sakit kepala. Batuk pilek biasanya diselesaikan dengan obat batuk pilek yang bisa dibeli bebas alias kerap disebut dengan istilah 'obat warung', cukup istirahat dan makan sup ayam - jika perlu.

Sayangnya, hal itu tidak berlaku untuk anak laki-laki berusia 9 tahun yang tinggal di California. Menurut sebuah laporan baru-baru ini, Tristan Ang yang mestinya akan segera menjadi siswa kelas empat, menderita flu bulan lalu dan harus meregang nyawa 28 Juni 2019.

Menurut laporan, bocah lelaki itu jatuh sakit pada bulan Juni dan karena hanya flu biasa, pada awalnya tidak ada alasan untuk mencemaskan kondisinya. Namun ini, kondisi Tristan tak kunjung membaik dan ini membingungkan keluarga dan dokternya.

Sebelum Tristan meninggal, bocah itu didiagnosis menderita adenovirus, yang merupakan keluarga virus yang biasanya dikaitkan dengan flu biasa. Keluarga virus dilaporkan memiliki kurang lebih 50 jenis, dan hingga kini belum jelas jenis virus apa yang merenggut nyawa bocah itu.

Adenovirus biasanya bertanggung jawab atas batuk, pilek dan sakit tenggorokan. Selain itu, virus ini juga dapat menyebabkan mata merah muda dan diare. Untungnya, sekali seseorang terinfeksi dengan jenis tertentu dan sembuh, tubuhnya akan membangun kekebalan terhadap jenis virus itu.

Virus jenis tertengtu dapat menyebabkan kondisi seperti pneumonia dan infeksi di otak dan sumsum tulang belakang. Beberapa virus juga bisa menyebabkan meningitis atau ensefalitis. Meskipun demikian, kematian masih jarang terjadi karena kasus yang lebih fatal hanya terjadi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

"Ini adalah infeksi normal pada anak-anak - cukup mengejutkan hal semacam ini bisa membuat seorang anak meninggal," kata Dokter Yvonne Maldonado, kepala penyakit menular anak di Stanford Health Care seperti dikutip Medical Daily..

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check