Remaja Sebaiknya Tak Lakukan Filler, Ini Alasannya

Remaja Sebaiknya Tak Lakukan Filler, Ini Alasannya

16 Jul 2019

Dokterdigital.com - Masih ingat belum lama ini perempuan di dunia keranjingan memiliki bibir penuh ala Kylie Jenner? Kylie yang banyak menjadi panutan perempuan - terutama gadis remaja dan milenial - ternyata melakukan injeksi filler agar bibirnya lebih bervolume. Meski kini Kylie kembali memilih berbibir tipis karena tak lagi menggunakan filler untuk membuat bibirnya lebih tebal dan sexy, namun popularitas filler tak menyusut.

Filler digunakan untuk mengisi bagian yang dirasa kurang, misalnya mengisi pipi yang cekung atau kondisi khusus misalnya skleroderma (pengerasan pada kulit), dan membuat cuping hidung terlihat tinggi. Di Korea, menjadi hal umum anak-anak muda memperbaiki penampilan dengan menggunakan filler.

Menurut dokter spesialis kulit dan kelamin Dikky Prawiratama, tren yang terjadi di Indonesia filler dilakukan agar bibir terlihat lebih bervolume, hidung terlihat lebih mancung, membuat dagu lebih lancip dan lebih panjang - mirip dengan ujung setrika - hingga mengoreksi area bawah mata.

Dalam filler terkandung asam hialuronat yang berfungsi sebagai penahan kandungan air dalam kulit. "Asam ini sebenarnya diproduksi di dalam tubuh manusia, tapi karena bertambahnya usia, produksinya jadi tidak maksimal," kata Dikky di sela-sela diskusi media menandai peluncuran Facille Dermal Filler di Jakarta, Selasa (16/7).

Kulit yang terlihat muda mengandung banyak asam hialuronat pada dermis, tetapi seiring bertambahnya usia, jumlah asam hialuronat di dermis berkurang 5% dari seharusnya. Ukuran asam hialuronat sebenarnya tidak dapat menembus lapisan pada kulit, namun bisa dibuat sediaan dengan ukuran lebih kecil sehingga dapat masuk ke dalam dermis dan digunakan sebagai dermal filler.

Penggunaan asam hialuronat sebagai dermal filler untuk mengatasi kerutan merupakan salah satu tindakan medis di bidang kedokteran estetika.

Meskipun aman dilakukan, namun Dikky menekankan filler tidak cocok dilakukan untuk remaja. "Struktur wajah remaja masih terus berkembang, dan dokter tidak menyarankan untuk dilakukan filler," ujarnya.

Namun ada perkecualian, misalnya anak dengan kondisi skleroderma, yang membuat kulit wajah pasien cekung akibat tiadanya sel lemak, yang membuat si anak tidak percaya diri atau jadi sasaran perundungan. "Untuk kasus khusus, pasien anak atau remaja bisa diberikan filler supaya anak memiliki rasa percaya diri atau mau kembali sekolah. Namun ini dilakukan dengan pertimbangan matang," bebernya.

Skleroderma adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan pengerasan dan penebalan kulit dan masalah pada organ dalam tubuh. Kondisi ini terjadi saat sistem imunitas tubuh menyerang jaringan ikat, sehingga kulit menjadi tebal atau keras

Dikky menandaskan, tindakan filler harus dilakukan oleh tenaga profesional supaya hasilnya memuaskan dan meminimalkan risiko akibat pemakaian filler, mulai dari lebam hingga risiko berat lainnya.

Selain digunakan untuk kebutuhan estetika, sebenarnya asam hialuronat juga digunakan untuk terapi osteoartritis (radang sendi). Asam hialuronat merupakan zat yang secara alami terdapat dalam cairan sinovial (sendi). Zat ini bertindak sebagai pelumas untuk memungkinkan tulang-tulang bergerak dengan mulus di atas satu sama lain dan sebagai penyerap hntakan atas beban sendi.

Nah, penderita osteoartritis (artritis dikarenakan pemakaian sehari-hari) memiliki konsentrasi asam hialuronat yang lebih rendah dalam sendi mereka. Pemakaian asam hialuronat untuk terapi radang sendi lebih banyak untuk mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan akibat kondisi tersebut.

Di kesempatan yang sama, Mulia Lie, Marketing Director PT Kalbe Farma Tbk mengatakan dengan meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia, masyarakat makin sadar akan pentingnya kesehatan salah satunya yang berkaitan dengan penuaan dini. "Untuk itu Facille Dermal Filler hadir memenuhi kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Mulia menambahkan, Facille Dermal Filler terdiri dari empat varian yakni Silk, Rouge, Blush dan Contour dengan tujuan penggunaan yang berbeda-beda. Facille digunakan untuk kerutan statis atau kerutan yang sudah muncul bahkan saat seseorang sedang tidak berekspresi. "Facille berbentuk syringe siap pakai mengandung asam hialuronat yang merupakan kandungan alami yang terdapat pada kulit sehingga risiko alergi sangat minimal. Produk Facille ini sudah didaftarkan di Kementerian Kesehatan sehingga legalitasnya terjamin," imbuhnya.

Facille Dermal Filler diproduksi oleh SciVision Biotech Taiwan, perusahaan bioteknologi yang berfokus pada pengembangan asam hialuronat. Produk ini resmi diluncurkan bersamaan dengan International Master Course in Aging Science (IMCAS) Asia di The Westin Nusa Dua Resort Bali, 6 Juli silam.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check