Kapan Saat Terbaik Makan Telur untuk Turun Berat Badan?

Kapan Saat Terbaik Makan Telur untuk Turun Berat Badan?

16 Jul 2019

Dokterdigital.com - Telur kerap dituding sebagai biang penyebab kolesterol tinggi - terutama bagian kuning telur - sehingga orang kerap menghindarinya. Padahal, telur malah membantu untuk penurunan berat badan jika dikonsumsi saat sarapan.

Pada tahun 2005, para peneliti membandingkan efek makan sarapan yang melibatkan telur dengan sarapan berbasis bagel pada peserta wanita yang kelebihan berat badan. Jumlah kalori di kedua sarapan sama, tetapi peserta yang makan telur mengonsumsi makanan lebih sedikit sepanjang sisa hari itu. Penelitian dari 2010 melaporkan efek yang sama pada pria dewasa.

Dalam sebuah studi pada  2013, partisipan pria dewasa yang makan telur untuk sarapan membutuhkan makan siang yang lebih sedikit dan tampaknya merasa lebih kenyang daripada mereka yang makan sarapan kaya karbohidrat. Namun, pemantauan asupan kalori masih penting. Sebuah studi tahun 2008 melaporkan bahwa sarapan berbasis telur meningkatkan penurunan berat badan pada peserta yang kelebihan berat badan atau obesitas, tetapi hanya sebagai bagian dari diet yang kalorinya dikontrol.

Kuncinya adalah memasukkan telur ke dalam diet sehat. Tampaknya makan telur saat sarapan adalah pendekatan terbaik, karena telur (yang kaya protein) dapat mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi seseorang sepanjang hari.

Telur bergizi dan mudah disiapkan. Sumber protein hewani ini dapat dikonsumsi dalam bentuk direbus, dibuat menjadi telur dadar atau bahkan dibuat menjadi makanan bentuk lain sesuai selera. Pasangkan dengan sayuran saat sarapan untuk menghasilkan paduan makanan kaya serat dan mengenyangkan, atau tambahkan telur rebus ke salad saat makan siang.

Jadi, jangan menghindari telur (kecuali untuk mereka yang alergi), karena melibatkan telur dalam jumlah sedang ke dalam diet seimbang dapat memberikan manfaat kesehatan. Pedoman diet sebelumnya merekomendasikan agar orang membatasi asupan telur hingga tujuh per minggu. Tetapi karena kurangnya bukti ilmiah, pedoman ini berubah pada 2015.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa makan satu telur per hari dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Para peneliti melacak efeknya pada hampir setengah juta orang dewasa yang tinggal di China selama periode 9 tahun. Penting untuk dicatat, bagaimanapun, bahwa orang-orang dalam penelitian ini tidak makan makanan standar Amerika.

Penulis studi tahun 2018 melaporkan bahwa makan setidaknya 12 telur setiap minggu selama 3 bulan tidak meningkatkan faktor risiko kardiovaskular pada peserta dengan diabetes atau prediabetes.

Temuan ini menunjukkan bahwa makan telur dalam jumlah sedang dapat memberikan manfaat kesehatan, sepanjang telur dilibatkan ke dalam pola makan bergizi seimbang.

Namun, kuning telur tinggi kolesterol, sehingga American Heart Association merekomendasikan agar orang yang berisiko terkena penyakit jantung hanya mengonsumsi satu atau dua putih telur sehari - dan meninggalkan bagian kuningnya.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check