Benarkah Transplantasi Tinja Efektif Turunkan Berat Badan?

Benarkah Transplantasi Tinja Efektif Turunkan Berat Badan?

15 Jul 2019

Dokterdigital.com - Apa yang terbayang jika dikatakan transplantasi feses dapat membantu mengelola berat badan? Transplantasi tinja telah mendapatkan perhatian ekstra dalam beberapa tahun terakhir karena kemampuannya yang diklaim dapat membantu menurunkan kelebihan berat badan.

Studi sebelumnya menekankan bahwa mentransfer mikroba usus orang sehat ke orang yang kelebihan berat badan atau obesitas dapat membantu membuat perubahan dalam tubuh yang akan menyebabkan penurunan berat badan yang signifikan.

Tetapi sebuah penelitian baru tampaknya menyanggah mitos bahwa transplantasi feses adalah solusi untuk mengatasi kelebihan berat badan. Jadi jika kamu berpikir untuk menyelesaikan masalah kelebihan berat badan dengan cara ini, sebaiknya pikir kembali.

Menurut penelitian, transplantasi feses mungkin tidak membantu untuk mengurangi lemak ekstra secara bermakna. Para peneliti menemukan bahwa mendapatkan kapsul yang mengandung mikroba usus memiliki sedikit atau bahkan tidak berpengaruh terhadap berat penerima. Tingkat hormon yang membantu menandakan rasa kenyang juga tidak berubah setelah mengonsumsi mikroba yang ebrasal dari usus orang lain, demikian dilaporkan Science News.

Penelitian terbaru melibatkan 11 orang gemuk yang mengambil 30 kapsul yang mengandung mikroba usus dari orang kurus, sementara kelompok orang gemuk lainnya menerima kapsul yang tampak identik tetapi tanpa bakteri usus. Orang gemuk memiliki berbagai jenis mikroba usus dibandingkan dengan orang kurus.

Para peserta terus minum kapsul itu selama delapan minggu. Para peneliti kemudian menilai campuran mikroba usus masing-masing peserta, berat, produksi asam empedu dan kadar protein yang disebut GLP-1, yang meningkatkan rasa kenyang. Hasil tidak menunjukkan indikasi bahwa bakteri yang ditransfer menyebabkan penurunan berat badan. Namun, orang-orang yang menerima transplantasi tinja produksi asam empedu tertentu meningkat - yang membantu mengurangi lemak.

Jessica Allegretti, salah satu peneliti dan kepala program transplantasi mikrobioma tinja di Brigham and Women's Hospital di Boston mengatakan bahwa asam empedu dapat membantu mengubah metabolisme lemak pada pasien obesitas. “Kami tidak berharap untuk menjawab pertanyaan apakah [transplantasi tinja] berfungsi untuk mengobati obesitas dari langkah pertama ini, "katanya. "[Tapi] saya sudah cukup melihat dari data ini yang membuat saya ingin terus menjelajah lebih jauh."

Studi Allegretti termasuk skala kecil dan analisis lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi efek langsung dari transplantasi tinja pada kelompok peserta yang lebih besar. Para peneliti telah mempresentasikan penelitian ini di konferensi medis Digestive Disease Week 2019 pada 20 Mei, di San Diego.

 

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check