Bakteri Usus Pengaruhi Tekanan Darah Tinggi

Bakteri Usus Pengaruhi Tekanan Darah Tinggi

15 Jul 2019

Dokterdigital.com - Para ilmuwan telah menaruh minat besar pada bakteri usus dalam beberapa tahun belakangan ini, terkait perannya dalam tubuh kita dan apa yang dapat dilakukannya. Namun, karena mempelajari microbiome masih relatif baru, sebagian besar ruang lingkupnya - terutama tentang peran keseluruhannya dalam kesehatan kita - sebagian besar masih diperdebatkan.

Meski demikian, dengan banyak makalah studi yang diterbitkan setiap minggu oleh jurnal, semuanya menunjukkan bakteri usus membuka sejumlah perspektif baru tentang pemahaman kita lebih lanjut tentang berbagai kondisi. Ini termasuk kaitannya dengan depresi, obesitas, dan bahkan penyakit neurodegeneratif seperti Parkinson. Dan sekarang, sebuah studi baru berfokus pada hubungan potensial antara bakteri usus dan tekanan darah tinggi.

Menurut penelitian, sekitar 19 persen orang dewasa di Amerika Serikat dengan kondisi tersebut memiliki bakteri usus yang kebal terhadap pengobatan, yang berarti obat-obatan yang dikonsumsi tidak membantu menurunkan tekanan darah ke tingkat yang sehat. Sistem kekebalan tubuh dan disfungsi sistem saraf otonom adalah alasan di balik ini.

Namun, studi baru ini menambahkan ketidakseimbangan usus sebagai salah satu faktor risiko potensial baru. Kondisi ini mengacu pada ketidakseimbangan dalam komunitas mikroba. Diterbitkan dalam jurnal Microbiome, studi ini menganalisis 41 orang dengan tingkat tekanan darah ideal, 99 orang dengan hipertensi, dan 56 orang dengan kondisi paehipertensi. Hasilnya kemudian mengungkapkan bahwa orang dengan prahipertensi dan hipertensi memiliki tingkat keanekaragaman bakteri yang lebih kecil di usus mereka. Namun, masih belum jelas bagaimana bakteri usus mendorong perubahan tekanan darah pada manusia.

Namun, hubungan antara bakteri usus dan tekanan darah tinggi sama sekali tidak mengejutkan. Itu karena sebagian besar faktor yang mendorong tekanan darah kita naik melebihi batas melewati sistem pencernaan, termasuk dalam hal ini konsumsi makanan asin dan alkohol.

Dan sementara misteri belum terungkap sepenuhnya, studi baru ini mengambil langkah baru menuju pembelajaran tentang cara mengelola hipertensi dengan lebih baik, demikian Medical Daily.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check