Hati-hati, Kasur Bisa Keluarkan Komponen Kimia Berbahaya

Hati-hati, Kasur Bisa Keluarkan Komponen Kimia Berbahaya

15 Jul 2019

Dokterdigital.com - Pernah dengar istilah senyawa organik volatil (VOC)? Ini adalah bahan kimia berbasis karbon yang dapat menguap ke udara di bawah kondisi tertentu, seperti suhu tinggi yang disebabkan oleh sinar matahari atau panas tubuh.

VOC sebagian besar ditemukan di mobil dan berkontribusi pada "bau mobil baru" yang menyenangkan tetapi sebenarnya berbahaya. VOC yang paling umum ditemukan di mobil baru adalah benzena (karsinogen manusia), etilbenzena (agen toksik sistemik) dan aseton (iritasi mukosa). Bbahan kimia berbahaya ini bisa dihirup di dalam mobil.

Sayangnya, ratusan barang rumah tangga (furnitur, cat dan elektronik) juga mengeluarkan VOC. Para ilmuwan tahu bahwa pada tingkat tinggi, VOC dapat berbahaya bagi kesehatan kita. Penelitian baru menunjukkan kasur juga mengeluarkan tingkat VOC yang lebih tinggi saat kita tidur.

Studi baru - yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah yang ditinjau dua minggu sekali oleh rekan sejawat, Environmental Science & Technology - mengukur tingkat emisi senyawa gas yang dilepaskan oleh beberapa jenis kasur poliuretan dalam kondisi tidur yang disimulasikan.

Peneliti menemukan kadar sejumlah VOC yang mungkin menjadi perhatian bagi anak-anak dan bayi. Namun tidak ada bukti efek kesehatan yang merugikan dari menghirup VOC sejauh ini.

Selama tidur, orang akan menghirup lebih banyak VOC karena kedekatan hidung dan mulut mereka dengan kasur dan tempat tidur yang mengeluarkan senyawa ini. Paparan VOC tingkat tinggi dapat menyebabkan iritasi mata, hidung dan tenggorokan, sakit kepala, dan bahkan kanker.

Prof. Yael Dubowski, yang memegang gelar Ph.D. dalam Ilmu Teknik Lingkungan, dan rekan-rekannya, ingin mengukur tingkat beberapa VOC yang dikeluarkan oleh delapan kasur poliuretan yang ditiduri bayi, balita dan remaja, dan membandingkannya dengan tingkat risiko untuk senyawa tersebut.

Peneliti juga ingin menyelidiki bagaimana suhu, kelembaban, dan konsentrasi karbon dioksida mempengaruhi emisi. Faktor-faktor lingkungan ini meningkat ketika orang berbaring di kasur selama beberapa jam.

Selanjutnya peneliti menganalisis potongan kasur poliuretan menggunakan spektrometri massa kromatografi gas, dan menemukan delapan kasur yang diuji melepaskan VOC dalam jumlah yang hampir sama. Para peneliti juga menemukan bahwa kasur melepaskan lebih banyak VOC ketika suhu dinaikkan untuk mensimulasikan panas tubuh.

Tim memperkirakan dosis VOC yang dihirup oleh orang dewasa, bayi dan anak-anak. Mereka menemukan sebagian besar jauh di bawah tingkat referensi risiko kanker dan non-kanker untuk senyawa ini. Di sisi lain, menghirup sejumlah senyawa oleh bayi dan anak-anak dapat mencapai tingkat mencemaskan. Senyawa ini adalah asetaldehida, formaldehida, dan benzena.

Para peneliti menekankan perlunya penelitian lebih lanjut tentang kemungkinan dampak kesehatan dari paparan kronis VOC tingkat rendah.

Namun peneliti mengingatkan, poliuretan yang diproduksi dengan baik tidak berbahaya sama sekali, karena komponen-komponennya yang berbahaya dibuat lembam atau tidak beracun jika berhasil diikat. "Tetapi tidak semua poliuretan dibuat dengan baik. Penyebab utama bahaya kesehatan dari poliuretan yang tidak dibuat dengan baik adalah senyawa yang disebut isosianat," tandas peneliti.

 

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check