Hati-hati, Masalah Keuangan dan Stres Berkawan Erat

Hati-hati, Masalah Keuangan dan Stres Berkawan Erat

12 Jul 2019

Dokterdigital.com - Kondisi keuangan yang mencemaskan di tengah situasi ekonomi yang tidak pasti bisa menimbulkan tekanan tersendiri yang membuat sebagian masyarakat stres. Kehilangan pekerjaan atau situasi keuangan tak menentu dalam kondisi sulit tak dimungkiri memang mendatangkan tekanan berat bagi sebagian orang. Faktanya, kondisi keuangan dan kadar stres memang memiliki hubungan erat.

Psikolog Roslina Verauli bahkan menyebut, masalah keuangan merupakan sumber stres berkepanjangan. Vera mengatakan sejumlah data dalam buku Psychology Applied to Modern Life Adjustment in the 21st Century menyebutkan, masalah finansial merupakan chronic stressor. Kondisi stres ini akan mempengaruhi sistem fisiologis, di mana tubuh menghasilkan dua jenis hormon, yaitu catecholamines (katekolamin) dan corticosteroid (kortikosteroid).

"Dua hormon tersebut dapat menekan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat tubuh mudah sakit. Semakin lama stres berlangsung, kemampuan tubuh untuk bertahan terhadap stres akan menurun hingga tubuh kelelahan dan kolaps," kata Vera di sela-sela temu media yang dihelat Sun Life Indonesia di Jakarta, Kamis (11/7).

Stres merupakan reaksi tubuh yang muncul saat seseorang menghadapi ancaman, tekanan, atau suatu perubahan. Stres juga dapat terjadi karena situasi atau pikiran yang membuat seseorang merasa putus asa, gugup, marah, atau bersemangat. Situasi ini akan memicu respons tubuh, fisik ataupun mental.

Respons tubuh terhadap stres dapat berupa napas dan detak jantung menjadi cepat, otot menjadi kaku, dan tekanan darah meningkat. Stres yang berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik serta melemahkan daya tahan tubuh. Selain itu, stres juga dapat menimbulkan gangguan pada sistem pencernaan dan sistem reproduksi. Orang yang mengalami stres secara berkepanjangan biasanya juga akan mengalami gangguan tidur.

Gejala yang muncul saat seseorang mengalami stres dapat berbeda-beda, tergantung penyebab dan cara menyikapinya. Gejala atau tanda stres yang mudah dikenali antara lain mudah gusar, frustrasi, suasana hati yang mudah berubah, sulit untuk menenangkan pikiran, menghindari orang lain, hingga depresi.

Dari sisi fisik, mereka yang mengalami stres mungkin akan merasa pusing, migrain, lemas, gangguan pencernaan (mual dan diare atau sembelit), jantung berdebar, gampang sakit, mengalami gangguan tidur, hasrat seksual menurun, kaki tangan terasa dingin dan berkeringat, hingga mulut kering dan sulit menelan.

Orang yang stres mungkin juga gampang lupa, sulit memusatkan perhatian, dan membuat keputusan yang tidak baik.

Stres tak bisa dianggap remeh karena merupakan pemicu penyakit tidak menular (PTM) jika tak dikelola dengan baik. Hasil riset Analisis Beban Penyakit Nasional dan Sub Nasional Indonesia Tahun 2017 yang dilakukan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Badan Litbangkes) bekerja sama dengan Institute For Health Metrics and Evaluation (IHME) mengungkap, sebanyak 70 persen kematian dini di Indonesia disebabkan oleh penyakit tidak menular (PTM).

"Untuk meminimalkan stres, penting bagi masyarakat, khususnya generasi produktif untuk dapat mengelola kondisi finansialnya agar terbebas dari chronic stressor yang mengganggu kesehatan tubuh," ujar Vera. Oleh karena Vera menyarankan anak muda untuk melakukan perencanaan keuangan sejak dini.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check