Agar Sejahtera di Usia Tua, Anak Muda Harus Proaktif

Agar Sejahtera di Usia Tua, Anak Muda Harus Proaktif

08 Jul 2019

Dokterdigital.com - Usia harapan hidup di Indonesia meningkat. Ini kabar menggembirakan. Namun di sisi lain, meningkatnya usia harapan hidup juga membawa implikasi dan konsekuensi tersendiri, khususnya bagi kalangan lanjut usia, juga keluarganya. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebut, sekitar 30% lansia memiliki ketergantungan akibat cedera dan penyakit tertentu seperti jantung, stroke, dan lainnya. Dibutuhkan upaya agar lansia dapat tetap hidup produktif dan sehat, dan harus dilakukan sejak usia muda, antara lain bergerak aktif dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuhnya.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), lansia (masyarakat dengan usia lebih dari 60 tahun), masih termasuk dalam kategori usia produktif (15 tahun - 65 tahun). Meski demikian, Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa 22% lansia di Indonesia mengalami disabilitas ringan, dan 3,7% mengalami disabilitas sedang, berat, dan tergantung total.
Riskesdas 2018 menjabarkan ketergantungan lansia akibat penyakit tertentu, antara lain:

1. Penyakit jantung, sebanyak 30,2% lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 4,0% lansia mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.

2. Penyakit diabetes melitus, sebanyak 30,6% lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 4,2% mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.

3. Penyakit stroke, sebanyak 33,3% lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 23,3% mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.

4. Penyakit rematik, sebanyak 28,4% lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 2,6% mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.

5. Cedera, sebanyak 29,7% lansia mengalami ketergantungan ringan, sedangkan 4,9% mengalami ketergantungan sedang, berat hingga ketergantungan total.

Merayakan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), Kementerian Kesehatan Republik Indonesia aktif mengedukasi masyarakat Indonesia untuk proaktif menginvestasikan kesehatannya mulai dari sekarang, agar dapat terus hidup sehat dan bergerak aktif di hari tua. Edukasi ini didukung sejumlah pihak, salah satunya Fonterra Brands Indonesia. Dikatakan Rhesya Agustine, Marketing Manager Anlene Fonterra Brands Indonesia, kegiatan edukasi ini merupakan kelanjutan komitmen antara Fonterra Brands Indonesia dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sesuai Nota Kesepakatan yang telah ditandatangani bersama pada 2018.

Kerja sama itu ditujukan untuk mencapai target nasional United Nations Sustainable Development Goal (SDG’s) serta Global Action Plan on Physical Activity (GAPPA) dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu mengurangi gaya hidup kurang gerak pada orang dewasa sebesar 15% di 2030. "Bersikap proaktif itu penting. Mereka yang suka lari maraton misalnya harus proaktif dan menyadari butuh nutrisi untuk tulang dan sendiri," kata Rhesya di sela-sela perayaan HLUN di Jakarta, Minggu (7/7).

Rhesya menekankan pentingnya menjalani gaya hidup aktif. "Harus banyak gerak, hindari gaya hidup sedentari misalnya membiasakan melakukan jalan 10.000 langkah setiap hari. Imbangi dengan nutrisi. Penyerapan kalsium akan menurun di usia tertentu, jadi sebaiknya mulai menabung kalsum dari muda untuk menghindari sejumlah keluhan di usia lanjut," ujarnya.

Untuk mendukung gaya hidup aktif, Fonterra mendukung sejumlah acara yang mengajak masyarakat untuk aktif bergerak. Pada April 2018 dirilis kampanye Ayo Indonesia Bergerak bersama Kemenkes. "Selama 2018 sudah 30 ribu orang yang ikut kampanye Ayo Indonesia Bergerak. April 2019 acara serupa digelar dan 13 ribu partisipan turut serta. Pada Oktober 2019 kami akan menggelar acara di Medan yang diharapkan 30 ribu orang ikut serta," ujar Rhesya.

Rhesya menyoroti partipasi anak muda milenial yang mulai terlibat aktif dalam kegiatan serupa. "Bukan lagi monopoli ibu-ibu. Ada anak mudanya juga. Ini tren yang menggembirakan karena anak muda harus mulai memperhatikan asupan makanan sebagai investasi di usia nanti, dan tentu saja diimbangi dengan aktif bergerak," tandasnya.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check