Waspadai Stres Bisa Mendorong Perkembangan Diabetes

Waspadai Stres Bisa Mendorong Perkembangan Diabetes

08 Jul 2019

Dokterdigital.com - Diabetes telah menjadi salah satu dari 10 penyebab utama kematian di seluruh dunia selama beberapa tahun terakhir. The American Diabetes Association memperkirakan bahwa setidaknya 1,5 juta orang Amerika didiagnosis dengan penyakit ini setiap tahun.

Diabetes melitus terjadi ketika tubuh berhenti merespons insulin dengan tepat. Sampai saat ini, para ilmuwan terus menghadapi tantangan dalam menemukan obat untuk penyakit ini. Namun, beberapa perawatan tersedia untuk membantu mengelola atau memperlambat efek diabetes. Setiap pendekatan tergantung pada tipe diabetes yang mempengaruhi pasien: Apakah tipe 1, tipe 2, atau diabetes gestasional.

Sebagian besar dokter menyarankan agar pasien mengubah diet mereka untuk melawan diabetes. Apa yang kita makan dapat mempengaruhi respons tubuh terhadap penyakit dan obat-obatan.

Dalam beberapa kasus, meskipun menggunakan insulin dengan benar dapat menurunkan gula darah, penyandang diabetes mungkin masih merasakan efek buruk diabetes karena mereka gagal dalam hal konsumsi makanan yang tepat pada waktu yang tepat. Masalahnya adalah kadar gula darah mereka tetap tidak terkontrol.

Tapi itu bukan satu-satunya fakta yang perlu kita ketahui. Ada lebih banyak informasi yang masih belum diketahui oleh banyak orang, dan penyandang diabetes atau caregiver (orang yang merawat pasien diabetes) membutuhkan pengetahuan ini sehingga akan tahu bagaimana cara mengatasi efek diabetes.

1. Tak selamanya minum obat

Diabetes tipe 2 adalah bentuk diabetes yang paling umum. Saat ini tidak ada obat untuk penyakit ini. Namun, penyandang diabetes dapat melakukan hal-hal untuk membalikkannya, bahkan memungkinkan pasien untuk berhenti minum obat yang bertujuan untuk menyeimbangkan kadar gula darah.

Studi menunjukkan bahwa penurunan berat badan dapat membantu mempertahankan kadar gula darah normal tanpa dukungan obat-obatan. Kehilangan lemak ekstra tersebut dapat membantu mengelola diabetes, terutama bagi pasien yang didiagnosis menderita penyakit ini selama beberapa tahun, demikian menurut laman WebMD.

2. Penurunan berat badan bukan faktor utama

Kehilangan berat badan dapat membantu mengelola diabetes tipe 2 tetapi itu tidak berarti berat badan dapat memainkan peran penting dalam perkembangan penyakit.

The American Diabetes Association mengatakan kebanyakan orang yang kelebihan berat badan tidak pernah menderita diabetes tipe 2. Faktanya, sebagian besar pasien diabetes tipe 2 memiliki berat badan normal atau hanya kelebihan berat badan sedang.

3. Dental flossing bisa menjadi penyelamat

Merawat gigi dapat membantu kita menghindari diabetes, menurut Diabetes Self-Management. Satu studi menunjukkan bahwa penyakit gusi dapat membuat seseorang berisiko lebih tinggi menderita penyakit tersebut serta penyakit jantung dan ginjal. Penyakit gusi bisa membahayakan pembuluh darah ke seluruh tubuh. Orang-orang dengan gusi yang sehat ditemukan memiliki risiko lebih rendah memiliki salah satu penyakit tersebut.

4. Kekuatan cuka

Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa cuka dapat membantu menurunkan kadar gula darah saat puasa dan setelah makan. Bilas mulut dengan air setelah meminumnya tetapi jangan menyikat gigi. Tunggu setidaknya 20 menit karena menyikat terlalu cepat dapat menghilangkan enamel, yang melindungi gigi dari keasaman.

5. Waspadai stres

Merasa sedikit stres itu baik untuk tubuh. Namun, terlalu banyak bisa memicu perkembangan diabetes. Stres menyebabkan pelepasan lebih banyak hormon seperti kortisol, yang membuat tubuh kebal terhadap insulin. Ini juga meningkatkan tekanan darah.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check