Benarkah Minum Sembari Makan Malah Tidak Baik bagi Tubuh?

Benarkah Minum Sembari Makan Malah Tidak Baik bagi Tubuh?

26 Jun 2019

Dokterdigital.com - Minum air sembari makan adalah umum dan normal. Hal ini kerap kita lakukan bukan? Minum air akan membantu mendorong makanan masuk ke dalam perut. Lantas jika ini hal normal, mengapa sebagian orang mengklaim itu kebiasaan buruk yang merugikan saluran cerna? Dan lebih jauh lagi, mengapa ada klaim yang menyebut kebiasaan itu dapat menyebabkan racun menumpuk di tubuh?

Penjelasannya kurang lebih begini: Tubuh kita terdiri dari sekitar 70 persen air, dan karenanya tidak mengherankan jika minum banyak cairan setiap hari dapat memberikan berbagai manfaat. Namun bagi orang lain, asupan cairan (terutama jika bukan air) harus berhenti setiap kali kita makan, karena itu dapat mempengaruhi pencernaan. Klaim paling umum di balik pendapat ini adalah bahwa minuman asam atau alkohol dapat membantu mengeringkan air liur, yang merupakan komponen yang dibutuhkan tubuh kita untuk memecah makanan. Alkohol mengurangi aliran air liur sekitar 10-15 persen.

Di sisi lain, minuman asam tampaknya melakukan yang sebaliknya. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa meminum salah satunya mempengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi.

Klaim lain adalah bahwa minum air putih dengan makanan 'mencairkan' enzim pencernaan dan asam lambung sehingga tubuh kesulitan mencerna apa yang dimakannya. Untungnya, sistem pencernaan kita memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan konsistensi makanan apa pun, membuktikan klaim ini salah.

Terakhir, salah satu argumen paling populer adalah bahwa memasangkan makanan dengan cairan mendorong makanan padat keluar dari perut lebih cepat. Karena itu, makanan tidak dapat berinteraksi dengan baik dengan enzim di perut, yang menyebabkan pencernaan menjadi lebih buruk. Namun, klaim ini tidak didukung oleh penelitian ilmiah apa pun.

Faktanya, karena cairan membantu memecah makanan padat, hal ini malah dapat membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik. Air bahkan dibutuhkan oleh enzim untuk bekerja dengan baik. Penelitian membuktikan hal itu membantu mempercepat metabolisme tubuh.

Kesimpulannya, minum cairan bersama dengan makan tidak banyak menimbulkan risiko kesehatan. Kuncinya: Air outih tetap menjadi pilihan terbaik.

 

 

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check