Wanita Dilarikan ke RS Akibat Pemakaian Penyedot Debu untuk Mempercepat Haid

Wanita Dilarikan ke RS Akibat Pemakaian Penyedot Debu untuk Mempercepat Haid

12 Jun 2019

Dokterdigital.com - Dua wanita harus dilarikan dan dirawat di rumah sakit setelah melakukan ekstraksi menstruasi. Keduanya dilaporkan ingin 'segera mengakhiri' periode menstruasi mereka lebih awal, sehingga melakukan ekstraksi menstruasi menggunakan penyedot debu. Seorang perawat Seattle mengklaim bahwa kedua pasien itu berusia 19 dan 23 tahun.

Kedua wanita yang menyedot darah menstruasi ini mengalami syok setelah melakukan prosedur berbahaya dengan harapan mengakhiri menstruasi mereka lebih awal. Perawat memposting tweet di media sosial, kemudian diubah menjadi 'privat' setelah postingan itu menjadi viral, demikian dilaporkan Mirror.

Perawat itu berbagi pendapat tentang bahaya ekstraksi menstruasi bila dilakukan tanpa petugas medis. Menurutnya, periode menstruasi seorang wanita diekskresikan mengikuti aliran teratur, dengan alasan inilah langkah yang dapat ditoleransi tubuh. Ketika kedua wanita menggunakan vakuum untuk mengeluarkan darah, aliran menstruasi dibuat lebih cepat sebanyak 1.000 kali. Kecepatan aliran menstruasi yang tidak wajar itu tidak dapat ditanggung tubuh sehingga menghasilkan reaksi syok.

Dr. Adeeti Gupta, pendiri Walk-In GYN Care, mengatakan apa yang dilakukan kedua wanita itu sangat berbahaya dan berbahaya bagi kesehatan mereka karena dapat menyebabkan infeksi dan cedera pada vagina. Gupta mencatat bahwa perdarahan menstruasi adalah proses alami yang dialami oleh setiap tubuh wanita dan tidak boleh dipercepat dengan cara yang tidak wajar.

Meskipun kasus-kasus itu dianggap tidak biasa, ekstraksi menstruasi menggunakan vakum tidak menyebabkan syok (jika dilakukan oleh ahlinya). Menurut penelitian yang diterbitkan di US National Library of Medicine, ekstraksi menstruasi biasanya dilakukan untuk mengakhiri kehamilan. Pusat Kesehatan Keluarga UCLA menggunakan prosedur ini dilakukan pada wanita yang hamil kurang dari tujuh minggu dari periode terakhir mereka.

Prosedur ini akan memakan waktu sekitar lima hingga 10 menit dan tingkat keberhasilan mencapai 99 persen. Dokter akan memasukkan kanula Karman yang fleksibel ke dalam serviks os ke fundus uterus. Setelah itu, kanula terhubung ke jarum suntik Karman di mana plunger akan ditarik kembali sampai terkunci dan mengisap pada tekanan negatif 50 mm Hg. Kanula kemudian akan diputar berulang kali sampai rahim bersih, ditandai dengan munculnya gelembung.

Ingat, jangan melakukan tindakan berbahaya ini tanpa bantuan dokter/petugas medis karena dapat mengancam nyawa.

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check