Begini Cara Minimalkan Keluhan Gigi Ngilu

Begini Cara Minimalkan Keluhan Gigi Ngilu

15 Apr 2019

Dokterdigital.com - Gigi sensitif masih dianggap sebagai hal biasa, sepanjang keluhannya bisa diabaikan. Riset yang dilakukan Unilever melalui badan riset independen IPSOS (2018), mendapati fakta menarik, yaitu 1 dari 5 penduduk di Indonesia atau 19 persen dari total populasi mengalami keluhan gigi sensitif. Dari jumlah itu, sebanyak 13 persen mengalami keluhan gigi sensitif ringan, sedangkan 6 persen lainnya mengalami gigi sensitif dalam kasus yang berat.

Survei juga menunjukkan bahwa penderita gigi sensitif juga mengalami penyakit gusi, luka borok pada mulut, gigi goyang dan erosi email pada gigi. Yang memprihatikan, dari total penderita tersebut, 93 persen penderita tidak mengambil tindakan apapun untuk mengatasi keluhan gigi sensitifnya.

Menurut drg. Andy Wirahadikusumah Sp.Pros, gigi sensitif antara lain ditandai oleh rasa ngilu pada gigi pada saat mengonsumsi makanan dingin dan asam. "Jika mengalami hal ini, maka dapat diasumsikan itu, dapat diasumsikan itulah tanda gigi sensitif," kata Andy di sela-sela diskusi Sensitive Expert Talks by Pepsodent di Jakarta, baru-baru ini.

Gigi sensitif atau hipersensitivitas dentin merupakan kondisi klinis umum yang umumnya dikaitkan dengan permukaan dentin yang terbuka. Hal ini paling sering disebabkan oleh hilangnya lapisan email yang meluas ke dentin. Gigi sensitif kebanyakan mempengaruhi individu pada usia 20-40 tahun dan menyebabkan ketidaknyamanan pada penderitanya.

Gaya hidup urban yang serba instan dan padat, juga memiliki dampak yang mampu mempengaruhi timbulnya gigi sensitif. Tidak hanya kopi hitam maupun es krim, pola makan yang diklaim sehat seperti infused water dan konsumsi jus buah-buahan yang tinggi kadar asamnya juga mampu mengakibatkan gigi sensitif.

Ada beberapa penyebab gigi sensitif, antara lain resesi gusi yang terjadi karena adanya infeksi gusi atau gingivitis. "Abrasi gigi akibat cara menyikat gigi yang salah menyebabkan dentin terbuka dan gigi mudah ngilu. Penyebab gigi senitif lainnya adalah perawatan gigi misalnya pembersihan karang gigi (scaling), dan bleaching atau veneer yang bisa memicu gigi ngilu," imbuh Andy.

Dari pola makan, erosi gigi akibat makanan dan minuman yang mengandung kadar asam tinggi atau berkarbonasi menyebabkan rangsangan ke dentin yang terbuka, sehingga menyebabkan rasa ngilu. Andy menambahkan, keluhan gigi sensitif dan gingivitis umumnya rentan untuk diderita oleh wanita yang sedang dalam masa kehamilan. "Ini terjadi akibat perubahan hormonal selama kehamilan yang memang bisa memicu gigi sensitif pada sebagian ibu hamil," ulas Andy.

Untuk meminimalkan keluhan gigi sensitif atau masalah gigi dan rongga mulut selama kehamilan, Andy menyarankan perempuan untuk mengecek kondisi kesehatan giginya sebelum kehamilan. "Tujuannya, jika ada masalah pada gigi bisa segera diatasi. Karena jika terjadi masalah gigi saat hamil, umumnya dokter harus menunggu trimester kedua kehamilan untuk memastikan keamanan. Tidak disarankan melakukan pengobatan gigi yang memerlukan tindakan pada trimester pertama dan ketiga kehamilan karena berisiko," beber Andy.

Andy menambahkan, keluhan gigi sensitif umumnya dapat dihindari dengan melakukan perawatan dan pemeliharaan gigi yang efektif dan dapat dikurangi dengan penggunaan pasta gigi sensitif secara tepat dan rutin.

Lantas, apa langkah sederhana yang bisa dilakukan cegah gigi sensitif? Tindakan awal yang perlu dilakukan jika memiliki gigi sensitif adalah menyikat gigi yang benar. Pertama-tama gunakan bulu sikat yang halus. Lalu, cara menyikatnya pun berbeda dengan gigi normal. Yakni dengan menyikat leher gigi secara servikal, perbatasan antara gigi dengan gusi.

Andy mengatakan, saat menyikat gigi, kita kadang melupakan area servikal (leher gigi, bagian berbatasan dengan gusi yang berwarna pink). “Biasanya kita menyikat gigi hanya di bagian putihnya saja, padahal bagian pinknya harus disikat karena plak sisa makanan itu banyak menempel di leher gigi tersebut. Nah, kalau dibiarkan dalam waktu yang lama bisa jadi karang gigi,” ujarnya.

Untuk meredakan keluhan gigi sensitif, gunakan pasta gigi khusus sensitif yang memang diciptakan untuk mencegah dan mengurangi rasa ngilu. Jangan lupa kunjungi dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk memantau kesehatan gigi dan rongga mulut.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check