Kerap Berkemih di Malam Hari, Bisa Jadi Hipertensi

Kerap Berkemih di Malam Hari, Bisa Jadi Hipertensi

14 Nov 2020

Dokterdigital.com - Sebuah studi baru yang dilakukan di Jepang menemukan bahwa kerap buang air kencing di malam hari atau nokturia, dikaitkan dengan hipertensi dan asupan garam yang tinggi.

Nokturia adalah suatu kondisi di mana orang bangun di malam hari karena mereka perlu buang air kecil. Penyebab umum kerap berkemih di malam hari termasuk asupan cairan yang tinggi, gangguan tidur, dan obstruksi kandung kemih.

Orang-orang tanpa nokturia dapat tidur hingga 8 jam tanpa harus buang air kecil, tetapi beberapa mungkin perlu bangun sekali pada malam hari - satu episode masih dianggap dalam batas normal. Individu dengan nokturia dapat bangun 2-6 kali pada malam hari.

Nokturia dapat menjadi tanda kondisi kesehatan lainnya, termasuk prolaps kandung kemih, tumor kandung kemih atau prostat, dan gangguan lain yang mempengaruhi kontrol sfingter. Wanita hamil dan penderita gagal jantung atau hati dan diabetes juga mungkin mengalami nokturia.

Seiring bertambahnya usia, tubuh kita menghasilkan lebih sedikit hormon antidiuretik yang memungkinkan kita untuk menahan cairan - ini menyebabkan produksi urin lebih banyak pada malam hari. Orang dewasa yang lebih tua juga cenderung kehilangan kapasitas menahan kemih dan lebih cenderung memiliki masalah medis yang berdampak pada kandung kemih.

Menurut sebuah jajak pendapat tahun 2003 dari National Sleep Foundation, sekitar dua pertiga responden, yang berusia antara 55 dan 84, melaporkan bahwa mereka mengalami nokturia setidaknya beberapa malam per minggu.

Sebuah tim peneliti mempresentasikan hasil studi terbaru mereka pada Pertemuan Ilmiah Tahunan ke-83 Masyarakat Sirkulasi Jepang. Menurut temuan mereka, kerap ke toilet untuk buang air kecil di malam hari mungkin terkait dengan asupan garam berlebihan dan tekanan darah tinggi.

"Studi kami menunjukkan bahwa jika individu perlu buang air kecil di malam hari - yang disebut nocturia - ia mungkin mengalami peningkatan tekanan darah dan atau kelebihan cairan dalam tubuh," kata penulis studi Dr. Satoshi Konno, dari Divisi Hipertensi di Tohoku Rosai Rumah Sakit di Sendai, Jepang.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa asupan garam berlebihan setiap hari dan hipertensi memiliki dampak negatif pada nokturia. Di Jepang, orang-orang pada umumnya mengonsumsi lebih banyak garam daripada di negara-negara Barat, dan karena alasan ini, populasi Jepang mungkin berisiko lebih tinggi terkena tekanan darah tinggi.

Meskipun orang-orang di negara lain cenderung memiliki kebiasaan makan yang berbeda dalam hal garam, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrol yang tepat terhadap asupan garam dan tekanan darah mungkin penting untuk pengobatan nokturia, terlepas dari kebangsaan mereka, demikian Medical News Today.

2021 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check