Gemuk di Usia Muda Rentan Terkena Kanker Pankreas

Gemuk di Usia Muda Rentan Terkena Kanker Pankreas

04 Apr 2019

Dokterdigital.com - Tampaknya  bertubuh langsing memang memiliki sejumlah manfaat. Selain secara estetika, memiliki tubuh yang tidak gemuk juga setidaknya menjauhkan dari kanker pankreas. Studi beru menemukan, orang yang kelebihan berat badan memiliki risiko lebih besar meninggal akibat kanker pankreas, terutama mereka yang gemuk sebelum usia 50.

"Tidak peduli berapa usianya, ada beberapa peningkatan kematian akibat kanker pankreas terkait dengan kelebihan berat badan. Tetapi hubungan itu lebih kuat untuk kelebihan berat badan yang diukur pada usia 30-an dan 40-an," kata pemimpin studi, Eric Jacobs, direktur ilmiah senior epidemiologi penelitian di American Cancer Society (ACS).

"Kami tidak sepenuhnya yakin mengapa ini terjadi. Peningkatan berat badan di kemudian hari mungkin hanya memiliki waktu lebih singkat untuk menyebabkan kanker," katanya. Antara 2000 dan 2015, tingkat kanker pankreas naik sekitar 15 persen. Sekarang ini adalah penyebab utama ketiga kematian akibat kanker di Amerika Serikat.

Salah satu alasan kanker pankreas sangat mematikan adalah penyakit tersebut seringkali tidak ditemukan sampai kanker tersebut mencapai stadium lanjut. Penyakit ini jarang menyebabkan gejala yang nyata, dan tidak ada tes skrining yang efektif.

Tetapi beberapa faktor risiko untuk kanker pankreas dapat diubah. Merokok, berat badan, dan paparan bahan kimia di tempat kerja adalah tiga faktor risiko yang diketahui yang dapat dimodifikasi.

Dalam studi baru, para peneliti mengamati data hampir 1 juta orang dewasa Amerika Serikat yang tidak memiliki riwayat kanker. Para peserta terdaftar dalam studi nasional yang dimulai pada tahun 1982, dan diikuti hingga 2014.

Peserta studi melaporkan berat dan tinggi badan mereka satu kali - pada awal penelitian. Informasi ini digunakan untuk menghitung indeks massa tubuh (BMI) setiap orang, perkiraan lemak tubuh berdasarkan tinggi dan berat badan. BMI dari 18,5 menjadi 24,9 normal, sedangkan 25 hingga 29,9 kelebihan berat badan. Lebih dari 30 dianggap obesitas.

Ketika BMI naik lima unit - setara dengan sekitar 14, 5kg (setara 32 pound) untuk seseorang yang tingginya 5 kaki 7 inci (setara 165 cm) - risiko kematian akibat kanker pankreas meningkat 25 persen untuk mereka yang berusia antara 30 dan 49 tahun; 19 persen untuk orang berusia antara 50 dan 59 tahun; 14 persen untuk orang berusia 60-an, dan 13 persen untuk mereka yang berusia antara 70 dan 89 tahun.

Ketika generasi baru yang lebih berat dari generasi sebelumnya mencapai usia yang lebih tua, Jacobs mengatakan dia memperkirakan kematian akibat kanker pankreas meningkat.

Sekitar 28 persen dari risiko untuk orang yang lahir antara tahun 1970 dan 1974 berasal dari BMI lebih dari 25. "Itu sekitar dua kali lipat risiko orang yang lahir di tahun 1930-an," ulas peneliti.

Matthew Weiss, wakil kepala dokter bedah onkologi di Northwell Health Cancer Institute di Lake Success, N.Y., mengkaji temuan tersebut. "Studi ini menunjukkan hubungan yang jelas antara obesitas pada pasien di bawah 50 tahun dan peningkatan risiko kematian akibat kanker pankreas. Menariknya, fenomena ini tampaknya tidak berdampak pada usia yang lebih tua," ujarnya.

Weiss menunjukkan bahwa penelitian ini tidak membuktikan hubungan sebab-akibat. Itu hanya menunjukkan asosiasi. "Mungkin beberapa faktor yang penting dalam perkembangan obesitas juga meningkatkan risiko kanker pankreas, yang merupakan penyakit yang sangat mematikan," kata Weiss.

Mungkin juga kedua kondisi sedang meningkat, tetapi untuk alasan yang berbeda. Namun, Weiss menambahkan, obesitas telah dikaitkan dengan kanker lain juga.

Rishi Jain adalah asisten profesor hematologi onkologi di Pusat Kanker Fox Chase di Philadelphia. Dia mendesak orang yang kelebihan berat badan untuk melakukan sesuatu tentang hal itu, untuk mengurangi risiko kanker mereka.

"Ketika modifikasi gaya hidup - seperti diet dan aktivitas fisik - tidak cukup dalam mempromosikan penurunan berat badan, pasien dapat mencari dukungan tambahan dari program manajemen berat badan, yang dapat memasukkan intervensi lain termasuk obat penurunan berat badan atau menjalani operasi bariatrik [penurunan berat badan]," saran Jain.

Jacobs dijadwalkan untuk mempresentasikan temuannya pada pertemuan American Association for Cancer Research, di Atlanta. Temuan yang dipresentasikan pada pertemuan harus dipandang sebagai pendahuluan sampai dipublikasikan dalam jurnal yang ditinjau sejawat.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check