Kenali Risiko Kesehatan Potensial Terkait Diet Keto

Kenali Risiko Kesehatan Potensial Terkait Diet Keto

15 Mar 2019

Dokterdigital.com - Manfaat dari diet keto memang mengesankan, tetapi ada beberapa potensi kerugian yang perlu diperhatikan. Tidak ada yang sempurna. Salah satunya adalah sulit untuk mempertahankan pola makan sangat rendah karbohidrat namun tinggi lemak.

Faktanya, dalam ulasan 11 studi yang melibatkan orang dewasa terkait diet keto - yang diterbitkan di Journal of Clinical Neurology pada Januari 2015, para peneliti menghitung tingkat kepatuhan 45 persen di antara peserta yang mengikuti pendekatan diet dengan tujuan mengendalikan epilepsi. Hasil riset menunjukkan, diet ini cukup sulit untuk diikuti karena mengharuskan perubahan total dari pola makan yang dulu dijalani, kata Pamela Nisevich Bede, RD, ahli nutrisi di Columbus, Ohio.

Memangkas asupan karbohidrat juga bisa membuat Anda merasa lebih lapar dari biasanya - perasaan yang bisa bertahan hingga tiga minggu saat menjalani diet keto.

Hal umum bagi mereka yang baru memulai diet keto akan mengalami gejala seperti flu, sakit kepala dan kelelahan. Efek samping ini sangat umum sehingga ada nama untuknya: flu keto. “Awalnya Anda mengurangi satu ton berat air, yang dapat menyebabkan dehidrasi,” jelas Nisevich Bede. Ini dapat memperburuk gejala flu keto. Untuk mengatasinya, ia merekomendasikan untuk tetap terhidrasi (mencukupi asupan cairan) dan mengasup elektrolit melalui tablet elektrolit.

Risiko potensial lainnya termasuk batu ginjal, kekurangan sejumlah vitamin dan mineral, penurunan kepadatan mineral tulang, dan gangguan pencernaan. Mengapa bisa demikian? Inilah alasannya: Ketika Anda menghilangkan kelompok makanan tertentu (seperti buah-buahan, kacang-kacangan, dan biji-bijian) dan sangat membatasi yang lain (seperti banyak sayuran), tidak jarang hal ini memicu kekurangan gizi. Kurang serat, misalnya dapat membuat pelaku diet lebih mungkin mengalami sembelit.

Untuk menghindari beberapa risiko ini, diet keto harus direncanakan dengan baik untuk memastikan Anda mendapatkan semua basis nutrisi yang dibutuhkan. Sayangnya, diet ketat membuat perencanaan ini menjadi tantangan, terutama jika pelaku diet keto tidak konsultasi dengan ahli nutrisi yang memiliki pengetahuan luas dalam diet keto.

Sejumlah lemak mungkin memang sehat, namun ada risiko bahwa dengan mengikuti diet tinggi lemak, Anda akan meningkatkan asupan lemak trans dan lemak jenuh yang tidak sehat. Lemak "jahat" ini ditemukan antara lain dalam daging merah, kulit unggas, keju, dan mentega, dan dapat menyebabkan peningkatan LDL, atau kolesterol "jahat" dan peningkatan risiko penyakit jantung. Ini adalah masalah yang kontroversial, karena beberapa ahli merekomendasikan mengadopsi diet rendah karbohidrat untuk menurunkan risiko penyakit jantung. Jika Anda berisiko atau memiliki penyakit jantung, penting untuk berbicara dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan terjun dan menjalani diet keto.

Faktanya, para peneliti belum tahu tentang keamanan jangka panjang dari mengikuti diet tinggi lemak (khususnya yang mungkin tinggi lemak jenuh), demikian dilansir laman Everydayhealth.

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check