Kenali Dampak Pahit Gula bagi Kesehatan (2)

Kenali Dampak Pahit Gula bagi Kesehatan (2)

08 Mar 2019

Dokterdigital.com - Manisnya gula tak semanis efeknya buat kesehatan. Gula memang dibutuhkan namun jumlahnya tak berlebihan.

Makanan utuh seperti buah-buahan, sayuran, susu, dan biji-bijian mengandung gula alami. Tubuh akan mencerna karbohidrat itu secara perlahan sehingga sel-sel tubuh mendapatkan pasokan energi yang stabil. Gula yang ditambahkan, di sisi lain, berasal dari makanan dan minuman dalam kemasan. Masalahnya adalah, tubuh tidak membutuhkan gula tambahan.

Apa lagi dampak konsumsi gula tambahan bagi tubuh? Berikut paparannya:

1. Menurunkan kualitas tidur

Terlalu banyak konsumsi gula di siang hari dapat mengacaukan kadar glukosa darah dan menyebabkan lonjakan energi. Orang yang banyak mengonsumsi gula mungkin kesulitan untuk tetap terjaga di tempat kerja atau tertidur di kelas. Di malam hari, semangkuk es krim atau kue dapat memompa Anda dengan gula yang dapat membuat sulit tidur. Gula juga mempersingkat waktu untuk tidur nyenyak. Akibatnya, saat bangun pagi tubuh terasa lelah atau tidak bugar.

2. Memperburuk suasana hati

Merasa sedih? Kesukaan mengudap makanan atau minuman manis mungkin menjadi bagian dari masalah. Beberapa penelitian mengaitkan masalah gula dan kesehatan mental. Salah satu yang terbaru menunjukkan bahwa pria yang makan lebih dari 66 gram gula sehari - hampir dua kali lipat dari yang direkomendasikan - ternyata 23% lebih mungkin didiagnosis dengan kecemasan atau depresi dibandingkan pria yang makan 40 gram atau kurang. Terlalu banyak gula dapat memicu depresi melalui pembengkakan, atau peradangan di otak, yang umum pada orang depresi.

3. Memperparah gout

Orang bisa mendapatkan radang sendi yang menyakitkan karena terlalu banyak makan daging merah, daging organ, dan lobster. Nah, hal yang sama berlaku untuk fruktosa. Ketika tubuh memecahnya, maka fruktosa melepaskan bahan kimia yang disebut purin, yang dapat membuat asam urat menumpuk dalam darah, yang pada gilirannya membentuk kristal keras di jempol kaki, lutut, dan sendi lainnya.

4. Meningkatkan peluang pembentukan batu ginjal

Seseorang bisa mendapatkan batu ginjal ketika bahan kimia di air seni berubah menjadi kristal padat. Tubuh mengeluarkan beberapa batu ginjal tanpa menimbulkan banyak rasa sakit. Namun batu dapat tersangkut di ginjal atau bagian lain dari saluran kencing dan menghalangi aliran urin. Fruktosa yang terlalu banyak - dari gula tambahan di meja, sirup jagung fruktosa tinggi, atau makanan olahan - meningkatkan peluang terkena batu ginjal.

5. Bikin penampilan terlihat tua

Minuman manis dapat menambah beberapa tahun terhadap usia biologis, atau penampilan terlihat lebih tua dari usia sebenarnya. DNA yang disebut telomer - menutup ujung kromosom untuk melindunginya dari kerusakan. Lebih panjang lebih baik. Telomer yang pendek dapat terbentuk seiring dengan penyakit terkait usia seperti diabetes. Satu studi menemukan bahwa orang yang minum 20 ons soda sehari memiliki telomer yang lebih pendek. Para peneliti memperkirakan itu seperti menambahkan lebih dari 4 tahun ke usia sel.

6. Memicu masalah gigi berlubang

Gula dapat membantu proses gigi berlubang. Gula memberi makan bakteri di mulut, yang meninggalkan asam yang menghilangkan enamel gigi. Minuman manis, buah-buahan kering, permen, dan cokelat adalah penyebab umum gigi berlubang. Permen asam merupakan penyebab terburuk. Cara mencegah gigi berlubang: Sehabis makan makanan manis, misalnya tart, bilas mulut dengan air sesudahnya atau minum susu untuk menetralkan asam.

Jadi, bijaklah dalam mengonsumsi gula. Jangan jor-joran.

 

 

 

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check