Kenali Dampak Pahit Gula bagi Kesehatan

Kenali Dampak Pahit Gula bagi Kesehatan

08 Mar 2019

Dokterdigital.com - Gula memang manis, namun jika terlalu banyak bisa berdampak pahit dalam kehidupan jangka panjang. Minuman yang diberi tambahan gula merupakan masalah global. Gula bisa menjadi ancaman kesehatan yang mendatangkan beragam penyakit sindrom metabolik, bahkan yang belum bisa disembuhkan termasuk diabetes melitus.

Berapa banyak asupan gula yang disarankan? Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan konsumsi gula tidak lebih dari 6 sendok teh (25 gram) per hari untuk wanita dan 9 sendok teh (36 gram) untuk pria. Tetapi faktanya, rata-rata orang Amerika mendapat lebih banyak gula tambahan, yaitu 22 sendok teh sehari (88 gram). Bayangkan. Hanya dengan minum satu kaleng 12 ons soda biasa sudah mengandung 10 sendok teh gula. Dan tidak ada manfaat nutrisi di dalamnya.

Apa saja dampak mengonsumsi gula secara ugal-ugalan? Berikut di antaranya:

1. Kegemukan

Bayangkan hanya dengan minum sekaleng soda setiap hari, dan jika tak memangkas kalori di tempat lain, dalam tiga tahun berat badan bisa naik 15 pound atau setara 7 kg. Penambahan berat badan yang tidak terkontrol bisa memicu diabetes dan beberapa jenis kanker. Hal ini sudah dibuktikan dengan sejumlah penelitian dan para ahli sepakat soal itu.

2. Ancaman penyakit jantung

Satu dari 10 orang Amerika mendapat 1/4 atau lebih kalori harian mereka dari gula tambahan. Jika mengsaup gula sebanyak itu, satu penelitian menemukan orang memiliki kemungkinan dua kali lipat lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung daripada seseorang yang mendapat kurang dari setengahnya. Tidak jelas alasannya. Bisa jadi gula tambahan meningkatkan tekanan darah atau melepaskan lebih banyak lemak ke dalam aliran darah. Keduanya dapat menyebabkan serangan jantung, stroke, dan penyakit jantung lainnya.

3. Terkena diabetes tipe 2

Minuman manis khususnya dapat meningkatkan peluang seseorang terkena diabetes tipe 2. Itu bisa terjadi karena ketika gula tetap berada dalam darah, tubuh mungkin bereaksi dengan membuat lebih sedikit hormon insulin, yang mengubah makanan menjadi energi, aau bahkan insulin tidak bekerja. Apabila kelebihan berat badan, menurunkan bahkan 4 atau 7 kg saja sudah dapat membantu untuk mengontrol gula darah.

4. Meningkatkan peluang hipertensi

Biasanya, garam disalahkan atas kondisi tekanan darah tinggi, yang juga disebut hipertensi. Tetapi beberapa peneliti mengatakan kristal putih lain - gula - mungkin menjadi penyebab yang lebih mengkhawatirkan. Salah satu cara mereka percaya gula meningkatkan tekanan darah adalah dengan membuat kadar insulin terlalu tinggi. Itu bisa membuat pembuluh darah kurang fleksibel dan menyebabkan ginjal menahan air dan natrium (garam).

5. Menaikkan kadar kolesterol

Pola makan manis tidak baik bagi jantung. Di sisi lain, makanan manis bisa menaikkan kadar kolesterol "jahat" (LDL) dan menurunkan kolesterol "baik" (HDL). Makanan dan minuman manis juga memicu kenaikan lemak darah, yang disebut trigliserida, dan menghambat kerja enzim yang memecahnya.

6. Meningkatkan risiko penyakit hati berlemak

Sebagian besar makanan kemasan, camilan, dan minuman yang dimaniskan dengan fruktosa, gula sederhana dari buah-buahan atau sayuran seperti pemanis dari jagung memiliki dampak bagi kesehatan. Hati akan mengubahnya menjadi lemak. Jika seseorang secara teratur memompa fruktosa ke dalam tubuhnya, tetesan kecil lemak menumpuk di hati. Inilah yang disebut penyakit hati berlemak non-alkohol. Perubahan pola makan bisa membalikkan kondisi ini. Namun seiring waktu, pembengkakan dan jaringan parut dapat merusak hati.

Jadi bijaklah dalam mengonsumsi gula.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check