4 Masalah Kaki yang Dialami Penyandang Diabetes

4 Masalah Kaki yang Dialami Penyandang Diabetes

04 Mar 2019

Dokterdigital.com - Saat didiagnosis menderita diabetes, pasien lebih mungkin mengalami berbagai masalah kaki. Ada juga risiko komplikasi yang jauh lebih tinggi - seperti amputasi - dibandingkan dengan orang tanpa penyakit ini. Berikut adalah beberapa masalah yang umum ditemui pada penyandang diabetes yang kadar gula darahnya tidak terkontrol:

1. Perubahan kulit

Penderita diabetes harus memeriksakan kaki segera jika melihat bahwa kulit menjadi mengkilap dan halus. Jika bentuk lesi kemerahan, pasien mungkin memiliki kondisi yang dikenal sebagai dermopati diabetik. Ini adalah kondisi kulit yang mempengaruhi hingga 30 persen penderita diabetes, biasanya pada mereka yang berusia lanjut.

Kaki juga bisa terasa kering, menyebabkan kulit terkelupas. Untuk mengurangi risiko ini, American Diabetes Association merekomendasikan mengoleskan pelembab tanpa aroma seperti jeli biasa. Jangan menaruh minyak atau krim di antara jari kaki karena kelembaban ekstra dapat menyebabkan infeksi.

2. Infeksi jamur

Pasien diabetes kemungkinan menderita infeksi jamur yang disebut athlete's foot, ditandai dengan ruam merah bersisik. Ruam ini, yang sangat gatal dan dapat menyebabkan retakan, biasanya dimulai di antara jari kaki.

Bicarakan dengan dokter untuk mengobati jamur. Kebersihan yang baik adalah cara terbaik untuk mengurangi risiko kaki atlet dan infeksi lainnya. Pastikan untuk mengganti kaus kaki secara teratur, hindari berbagi (bergantian) sepatu dengan orang lain, dan jaga agar kaki tetap kering sebanyak mungkin.

3. Kapalan dan corns

Pasien diabetes mungkin mengembangkan bercak tebal kulit yang mengeras di kaki, yang dikenal sebagai kapalan. Kapalan cenderung terbentuk pada tumit atau bola kaki yaitu area yang menanggung sebagian besar berat tubuh. Sementara itu, luka yang disebut corns, mempengaruhi bagian lain seperti kulit di antara jari-jari kaki atau salah satu area tulang.

Biasanya, batu apung dapat digunakan untuk menghapusnya dengan lembut. Namun, lakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh ahli penyakit kaki yang akan menilai apakah ada masalah mendasar yang serius. Jangan mencoba memotong kulit yang mengeras karena bisa menyebabkan perlukaan atau meningkatkan risiko infeksi serius.

4. Kuku kaki tumbuh ke dalam

Perawatan kuku yang baik berarti memotong kuku kaki secara teratur dan lebih baik membawa alat sendiri jika melakukan pedikur di salon. Pasien diabetes disarankan mengenakan jenis sepatu yang tepat dan ukuran yang pas karena tekanan konstan dari alas kaki yang salah dapat berakibat fatal.

Jika kuku kaki melengkung dan tumbuh ke dalam kulit, lakukan perawatan dengan ahli penyakit kaki. Meskipun masalah ini dapat memengaruhi kuku di bagian mana saja, namun umumnya terjadi pada ibu jari kaki. Kuku kaki yang tumbuh ke dalam juga bisa disertai dengan gejala seperti kemerahan, pembengkakan, dan nyeri.

 

2020 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check