Peminum Pil Kontrasepsi Sulit Mengenali Emosi Orang Lain

Peminum Pil Kontrasepsi Sulit Mengenali Emosi Orang Lain

12 Feb 2019

Dokterdigital.com - Lebih dari 100 juta wanita di seluruh dunia menggunakan kontrasepsi oral atau pik KB. Selama bertahun-tahun, penelitian telah dapat mengeksplorasi dan mengidentifikasi banyak efek fisik yang ditimbulkan dengan minum pengendali kehamilan. Namun bagaimana dengan efek psikologisnya?

Alexander Lischke dari Universitas Greifswald, Jerman, mencatat bagaimana sejauh ini baru sedikit hal yang diketahui tentang efek pil kontrasepsi pada emosi, kemampuan berpikir, dan perilaku.

Dalam studi yang diterbitkan dalam Frontiers in Neuroscience, Lischke dan tim penelitinya merekrut 95 wanita sehat - 42 di antaranya menggunakan pil kontrasepsi dan 53 yang tidak - untuk tugas pengenalan emosi. Tujuannya adalah untuk mengetahui apakah menggunakan pil KB dapat menyebabkan gangguan pada kemampuan mereka untuk mengenali emosi.

"Kami berasumsi bahwa gangguan ini akan sangat halus, menunjukkan bahwa kami harus menguji pengenalan emosi perempuan dengan tugas yang cukup sensitif untuk mendeteksi gangguan tersebut," jelasnya. "Karena itu, kami menggunakan tugas pengenalan emosi yang sangat menantang yang membutuhkan pengenalan ekspresi emosi yang kompleks dari daerah mata wajah."

Kedua kelompok wanita tidak memiliki masalah dalam mengenali ekspresi dasar seperti orang-orang bahagia atau takut. Tetapi ketika dihadapkan kepada ekspresi emosional yang lebih kompleks seperti kesombongan atau penghinaan, wanita yang menggunakan pil itu 10 persen kurang akurat dibandingkan dengan sesama perempuan yang tidak minum pil.

Meskipun ada perbedaan yang jelas, para peneliti menekankan bahwa efek ini masih cukup halus. Sementara tes dirancang dengan cara untuk mendeteksi bahkan untuk sedikit perbedaan, belum jelas apakah ini benar-benar dapat berdampak pada cara pengguna kontrasepsi oral bersosialisasi dan mempertahankan hubungan.

Menurut penelitian, efeknya juga konsisten dengan ekspresi positif dan negatif dan tidak dipengaruhi oleh jenis pil atau fase siklus menstruasi perempuan yang tidak memakai pil KB.

"Variasi siklus tingkat estrogen dan progesteron diketahui mempengaruhi pengenalan emosi wanita, dan memengaruhi aktivitas dan koneksi di daerah otak yang terkait," kata Lischke. "Karena kontrasepsi oral bekerja dengan menekan kadar estrogen dan progesteron, masuk akal bahwa kontrasepsi oral juga memengaruhi pengenalan emosi wanita."

Studi baru ini juga memperkuat eksperimen sebelumnya yang sampai pada temuan serupa. Penelitian itu diterbitkan dalam jurnal European Neuropsychopharmacology pada 2016.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dengan tepat bagaimana pil KB dapat merusak kemampuan mengenali ekspresi kompleks. Penting juga untuk mereplikasi temuan ini secara menyeluruh sebelum para ahli dapat mempertimbangkan untuk mengubah pedoman tentang resep pil KB.

Bagi perempuan yang ingin mencegah kehamilan dengan minum pil KB, penting untuk mendiskusikan riwayat medis dan gaya hidup dengan dokter yang dapat membantu memilih jenis kontrasepsi yang tepat. Misalnya, wanita yang merokok biasanya disarankan untuk minum pil progestin daripada pil kombinasi.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check