Hati-hati, Implan Payudara Bisa Picu Kanker

Hati-hati, Implan Payudara Bisa Picu Kanker

11 Feb 2019

Dokterdigital.com - Bagi yang ingin memperbesar payudara dengan cara implan, sebaiknya hati-hati. Bila perlu pertimbangkan ulang, atau urungkan saja niatan itu. Pasalnya, lebih banyak wanita di Amerika Serikat mengidap kanker langka terkait dengan implan payudara. Food and Drug Administration (FDA) menyebut, kanker ini dikenal sebagai limfoma sel besar anaplastik terkait-implan payudara atau BIA-ALCL.

Menurut FDA, 457 kasus unik kanker ini telah diidentifikasi sejak 2010 sementara setidaknya sembilan pasien telah meninggal selama periode yang sama. Perlu dicatat bahwa ini adalah jumlah kecil dibandingkan dengan perkiraan 1,5 juta pasien yang menerima implan payudara di seluruh dunia setiap tahun, dimana 400.000 di antaranya berada di Amerika Serikat.

Namun demikian, peningkatan risiko kanker ini menjadi perhatian dan sesuatu yang harus diinformasikan kepada perempuan yang tengah mempertimbangkan memperbesar payudara. BIA-ALCL sebenarnya bukan kanker payudara melainkan jenis kanker sistem kekebalan yang terbentuk di jaringan parut dekat implan.

Tampaknya sebagian besar kasus terjadi pada wanita yang memilih implan payudara bertekstur. Tapi kita tidak tahu seberapa kuat tautan ini karena banyak pasien tidak menentukan jenis tekstur.

Ketika implan payudara ditempatkan dalam tubuh, mereka dimasukkan di belakang jaringan payudara atau di bawah otot dada. Seiring waktu, bekas luka parut yang disebut 'kapsul' berkembang di sekitar implan, memisahkannya dari area payudara. Pada pasien dengan implan payudara, kasus BIA-ALCL yang dilaporkan umumnya ditemukan berdekatan dengan implan itu sendiri dan terkandung dalam parut kapsul.

Karena tumbuh secara bertahap, kanker dapat diobati jika terdeteksi dini. Untuk memastikan tidak ada penundaan, pengujian laboratorium direkomendasikan oleh FDA dalam kasus terduga BIA-ALCL, mungkin melibatkan gejala seperti pembengkakan payudara baru, perubahan bentuk payudara, benjolan, atau nyeri di sekitar implan payudara.

"Kami berharap informasi ini mendorong para dokter dan pasien untuk melakukan percakapan penting dan terinformasi tentang implan payudara," Dr. Binita Ashar, seorang ahli bedah umum dan direktur Divisi Perangkat Bedah di FDA.

Wanita yang memiliki implan disarankan melakukan penapisan mamografi rutin. Dalam kasus implan silikon, skrining magnetic resonance imaging dapat membantu dalam mendeteksi 'pecah diam' yaitu ketika pecahnya implan tidak menyebabkan tanda atau gejala.

Skrining direkomendasikan tiga tahun setelah operasi dan setiap dua tahun setelah itu. FDA juga akan meninjau keamanan semua implan payudara.

 

2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check