Riset: Ketajaman Otak Wanita Bertahan Lebih Lama daripada Pria

Riset: Ketajaman Otak Wanita Bertahan Lebih Lama daripada Pria

08 Feb 2019

Dokterdigital.com - "Boys will be boys" kerap dengar istilah ini? Artinya kurang lebih merujuk laki-laki sulit menjadi dewasa. Bisa jadi itu salah, namanya juga pepatah.

Penelitian terkini menyebut, otak wanita cenderung menua lebih lambat. Jika dirata-rata, otak wanita tampaknya sekitar tiga tahun lebih muda daripada otak pria pada usia kronologis yang sama. Ini bisa memberikan satu petunjuk mengapa wanita cenderung mentalnya tajam lebih lama ketimbang pria.

"Wanita cenderung mendapat skor lebih baik pada tes kognitif daripada pria seiring bertambahnya usia," kata ketua peneliti Dr. Manu Goyal, asisten profesor di Institut Radiologi Mallinckrodt di Fakultas Kedokteran Universitas Washington di St. Louis. "Mungkin saja temuan riset kami bisa membantu menjelaskan sebagian dari hal itu."

Para ilmuwan telah mengamati bahwa otak manusia berubah, baik dalam struktur maupun fungsinya seiring bertambahnya usia. "Satu perubahan melibatkan cara otak menggunakan gula dan oksigen untuk meningkatkan usahanya," kata Goyal seperti dilaporkan Webmd.

Goyal menambahkan, otak benar-benar bergantung pada glukosa dan oksigen untuk memenuhi kebutuhan metabolisme, dan otak adalah konsumen yang sangat besar dari sumber daya ini. "Cara otak menggunakan glukosa dan oksigen, dan di bagian otak mana paling banyak digunakan, berubah seiring dengan bertambahnya usia manusia."

Goyal dan rekan-rekannya awalnya hendak melihat apakah sebuah program komputer dapat menggunakan pola metabolisme otak ini untuk memprediksi usia seseorang. Programnya berjalan cukup baik, tetapi ia membuat beberapa kesalahan, sehingga tim peneliti mengatur penghitungan kesalahan itu.

Para peneliti merekrut 205 orang berusia 20 hingga 82 tahun untuk menjalani pemindaian otak yang mengukur aliran oksigen dan gula di dalam otak mereka. Data itu kemudian dimasukkan ke dalam program komputer.

"Salah satu hal yang kami lihat adalah wanita versus pria. Ketika kami mulai melihat itu, kami sangat terkejut bahwa ketika mesin itu mencoba untuk 'menuakan' seorang wanita dibandingkan dengan seorang pria, secara konsisten terlihat wanita menjadi sedikit lebih muda ketimbang pria," kata Goyal.

"Rata-rata, ditemukan bahwa wanita tampak lebih muda daripada pria dalam hal usia metabolik otaknya," imbuhnya.

Tim pertama-tama melatih algoritma dengan 'memberi makan' usia pria dan metabolisme otaknya, dan kemudian memasukkan data metabolisme otak wanita. Berdasarkan tolok ukur pria, algoritma menilai otak wanita rata-rata 3,8 tahun lebih muda dari usia mereka yang sebenarnya.

Para peneliti kemudian mencoba menggunakan tolok ukur wanita dengan usia dan metabolisme otak wanita. Demikian pula, algoritma menilai otak pria rata-rata 2,4 tahun lebih tua dari usia mereka yang sebenarnya.

Keremajaan relatif otak perempuan dapat dideteksi bahkan ketika membandingkan pria dan wanita berusia 20-an, kata para peneliti. "Bukan berarti otak wanita tampaknya menua lebih lambat daripada pria," kata Goyal. "Sebaliknya, tampaknya otak perempuan dimulai pada usia yang lebih muda ketika mereka mencapai dewasa, dan mereka mempertahankan itu sepanjang sisa masa dewasa mereka. Pada dasarnya itu membuat wanita memiliki tambahan bonus beberapa tahun."

Para peneliti menduga bahwa wanita mendapatkan keuntungan ini selama masa pubertas, kata Goyal. "Ketika perempuan dan laki-laki melewati masa pubertas,  perubahan pada otak sangat berbeda," kata Goyal. "Pada laki-laki, aliran darah mereka ke otak berkurang sedikit saat mereka melewati masa pubertas. Pada wanita, tidak berkurang sebanyak itu. Bahkan, ada kemungkinan turun namun kemudian kembali lagi."

Perbedaan perihal bagaimana otak perempuan dan laki-laki berkembang di masa pubertas menentukan bagaimana organ ini akan menua setelahnya.

Namun, Goyal mencatat bahwa efek ini relatif kecil, dan pada titik ini tidak dapat digunakan untuk secara langsung menjelaskan berbagai perubahan ketajaman mental yang terjadi selama penuaan.

"Demensia adalah proses yang sangat rumit," kata Goyal. "Ini mungkin berarti wanita sedikit lebih tangguh terhadap aspek-aspek tertentu dari penuaan otak secara umum, tetapi itu juga dapat memperkenalkan kerentanan tertentu. Memiliki otak yang 'lebih muda' dalam kurun lebih lama dapat membuat otak lebih rentan terhadap hal-hal tertentu juga. Kita harus berhati-hati untuk tidak berspekulasi mengartikan temuan ini."

Faktanya, metabolisme otak mungkin tidak ada hubungannya dengan penyakit seperti Alzheimer atau demensia, kata Dr. Gayatri Devi, ahli saraf di Lenox Hill Hospital di New York City.

"Otak perempuan secara khas memang lebih muda energetik daripada otak laki-laki sepanjang hidup. Perbedaan ini ada bahkan pada otak yang menunjukkan plak amiloid yang terlihat pada penyakit Alzheimer, meskipun tidak ada orang yang memiliki gejala klinis dari kondisi tersebut," kata Devi mengomentari temuan baru tersebut. Dia bukan bagian dari penelitian.

"Terlepas dari keremajaan otak relatif, bagaimanapun wanita berisiko lebih tinggi untuk mengembangkan Alzheimer daripada pria," lanjut Devi. "Estrogen - yang meningkatkan vitalitas daerah otak yang terlibat dalam memori, tetapi yang merosot setelah menopause pada wanita - mungkin menjadi faktor, meskipun beberapa faktor lain kemungkinan terlibat."

Studi ini telah terbit di Proceedings of the National Academy of Sciences, 4 Februari 2019.

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check