Alergi Gula atau Sekadar Intoleransi?

Alergi Gula atau Sekadar Intoleransi?

08 Feb 2019

Dokterdigital.com - Ketika bicara tentang alergi makanan, kebanyakan akan langsung membayangkan seafood, kacang-kacangan atau telur. Namun bagaimana dengan gula?

Anda mungkin pernah mengalami 'sugar crash' atau ledakan energi setelah mengonsumsi gula. Apakah ini menunjukkan alergi? Ternyata tidak selalu. "Kebanyakan manusia peka terhadap gula sederhana karena jenis gula ini 'menghantam' aliran darah begitu cepat," kata Amanda L. Dale, pelatih pribadi dan ahli gizi. Inilah sebabnya mengapa gula dari buah - yang juga mengandung serat - tidak menyebabkan lonjakan dan 'tabrakan' yang cepat.

Namun, beberapa individu mungkin mengalami intoleransi gula. Dan dalam kasus yang jarang terjadi, bisa saja memeiliki alergi gula. Lantas, apa bedanya?

Memiliki alergi makanan adalah masalah serius, ditandai dengan sistem kekebalan tubuh yang mengira makanan tertentu sebagai zat berbahaya. Setelah terpapar, orang dengan alergi bisa mengalami reaksi, mulai dari ringan hingga berat, yang bahkan bisa mengancam nyawa.

Apabila memiliki alergi gula yang sesungguhnya, gejala fisik akan segera muncul. Ahli gizi dan gizi bersertifikat Lisa Moskovitz, alergi gula ditandai dengan kram, diare, ruam kulit, dan gatal pada mulut.

Jika mengalami masalah pernapasan dan merasakan tenggorokan mengencang, segeralah cari pertolongan medis - ini mungkin merupakan tanda anafilaksis, yang dapat menyebabkan ketidaksadaran atau kematian jika tak segera ditangani.

Reaksi yang disebabkan oleh intoleransi makanan, di sisi lain, tidak mengancam jiwa dan umumnya jauh lebih ringan. tanda-tanda intoleransi gula antara lain mual, kembung, jerawat, dan sebagainya.

Sekali lagi, harus ditekankan bahwa alergi gula sangat jarang terjadi dan orang mungkin lebih cenderung memiliki intoleransi. Faktanya, intoleransi laktosa, yang sering kita dengar, dikategorikan sebagai yang terakhir. "Intoleransi laktosa juga merupakan jenis intoleransi gula," kata Brooke Alpert, ahli diet terdaftar seperti dikutip laman Health. "Intoleransi ini terjadi akibat kekurangan enzim laktase, yang memecah gula laktosa dalam susu dan produk susu saat dikonsumsi."

Jika Anda curiga bahwa reaksi setelah mengonsumsi camilan manis dapat menunjukkan intoleransi, sebaiknya segera temui ahli alergi atau imunologi. Dokter akan melakukan tes untuk menentukan apakah gula adalah masalah atau ada masalah lain yang mendasarinya.

"Orang-orang dengan kelainan usus seperti penyakit Crohn dan kolitis berisiko terhadap reaksi negatif terhadap gula tertentu, misalnya dalam bentuk malabsorpsi fruktosa," tambah Alpert.

Ingatlah bahwa setiap orang harus mematuhi pedoman diet dan membatasi asupan gula harian. Jika kelebihan berat badan atau obesitas, pertimbangkan untuk menghindari gula sebisa mungkin.

Newsletter
Daftarkan alamat email anda untuk mendapatkan informasi terkini tentang kesehatan.
2019 © DokterDigital.com
tes button
Loading Dokter Digital - Mohon tunggu sebentar
check